TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Niat mencari rezeki berubah menjadi petaka bagi Indra (35), seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Tangerang.
Sepeda motor yang selama ini menjadi alat utama mencari nafkah raib digondol pencuri saat dirinya mengambil paket di kawasan Jalan Sipon, Green Lake City (GLC), Kecamatan Cipondoh, Rabu (15/7/2026) pagi.
Peristiwa tersebut menyita perhatian publik setelah video yang diunggah Indra melalui akun Instagram pribadinya, @indraarka_88, viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, Indra tampak menangis, syok, dan memegangi kepalanya setelah mengetahui motor miliknya telah hilang.
Baca juga: Polres Pandeglang Ungkap 33 Kasus Curanmor dalam Sebulan, 17 Motor Curian Berhasil Disita
"Minta tolong kabari saya kalau ada yang melihat motor saya. Pagi tadi dicuri di daerah GLC Tangerang saat saya mau ambil paket," tulis Indra dalam unggahannya.
Motor Hilang Saat Ambil Paket
Indra menceritakan, pagi itu ia menerima pesanan untuk mengambil paket di sebuah gudang di kawasan Jalan Sipon.
Ia mengikuti petunjuk aplikasi navigasi hingga tiba di bagian belakang gudang. Namun, akses menuju lokasi hanya berupa gang sempit yang tidak bisa dilalui sepeda motor.
Karena itu, ia memarkirkan motornya di pinggir jalan sebelum berjalan kaki menuju lokasi pengambilan paket.
Belakangan ia baru mengetahui bahwa sebenarnya terdapat akses jalan yang lebih lebar di bagian depan gudang.
"Saya cuma mengikuti petunjuk dari aplikasi. Saya tidak tahu kalau ada jalan yang lebih besar di depan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).
Jarak dari lokasi parkir menuju gudang hanya sekitar dua menit berjalan kaki.
Namun, sebelum mengambil paket, Indra mendadak menyadari kunci motornya tidak berada di saku celananya seperti biasa.
Ia pun bergegas kembali ke lokasi parkir untuk memastikan apakah kunci tersebut tertinggal.
Saat itulah kenyataan pahit harus diterimanya.
Motor Honda BeAT Deluxe tahun 2021 berwarna silver dengan nomor polisi B 6020 JBI yang menjadi tumpuan mencari nafkah telah hilang.
"Saya balik lagi ke tempat parkir, ternyata motornya sudah tidak ada," tuturnya.
Laporan Polisi Terkendala Kelengkapan Surat Kendaraan
Indra mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun, proses pelaporan sempat terkendala karena ia tidak memiliki Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
"BPKB-nya enggak ada, cuma ada STNK. Motor Honda Beat Deluxe 2021 warna silver, platnya B 6020 JBI," ujar dia.
Indra menjelaskan, beberapa tahun lalu ia membeli motor tersebut dari seorang teman yang sedang membutuhkan uang.
Karena berniat membantu temannya, ia tetap membeli kendaraan itu meski tidak menerima dokumen kendaraan secara lengkap.
Meski demikian, menurut Indra, pihak kepolisian tetap berupaya membantu pencarian kendaraan miliknya dan meminta dirinya menunggu perkembangan dalam beberapa hari ke depan.
Masih Syok, Belum Bisa Kembali Narik
Kehilangan kendaraan yang menjadi alat utama mencari nafkah membuat Indra terpukul. Sehari setelah kejadian, ia mengaku masih sulit menenangkan diri.
Bahkan, telepon genggam yang digunakannya untuk bekerja sempat terjatuh dan mengalami kerusakan karena dirinya masih diliputi kepanikan.
"Sampai hari ini saya masih gemetar. HP saya juga sampai jatuh kemarin dan rusak," ujarnya.
Bagi Indra, kehilangan motor bukan sekadar kehilangan kendaraan. Motor tersebut merupakan sumber penghasilan yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Pria asal Kalimantan itu merantau ke Tangerang untuk mencari nafkah.
Saat ini ia tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama ibu dan anaknya. Sementara sang istri telah meninggal dunia.
Meski hidup dalam keterbatasan, Indra mengaku tetap bersyukur dapat merawat keluarganya.
"Alhamdulillah merawat mereka jadi rezeki untuk saya," ujar dia.
Terima Donasi dari Warganet
Setelah kisahnya viral di media sosial, sejumlah warganet mulai menghubungi Indra untuk memberikan bantuan.
Ia mengaku telah menerima donasi sebesar Rp 550.000 dari seseorang yang mengetahui kisahnya melalui media sosial.
Namun uang tersebut hingga kini belum digunakannya.
Selain bantuan dari masyarakat, Indra juga mendapat kabar bahwa pihak Grab pusat berencana menemuinya.
Meski demikian, ia belum mengetahui maksud dan tujuan pertemuan tersebut.
Di tengah ketidakpastian itu, Indra hanya berharap dapat kembali bekerja secepat mungkin.
"Harapan saya bisa mendapat bantuan, minimal untuk akses kredit motor agar bisa bekerja lagi untuk ibu dan anak saya," tuturnya.