Usai Bunuh Kekasihnya di Kos, WNA Singapura Kabur Dari Kamar Sebelah, Korban Ditutupi Boneka
Eko Setiawan July 16, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATAM.id – Misteri hilangnya kabar seorang perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, berakhir tragis. AS (26) ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar kosnya di kawasan Jalan Mekar II, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (15/7/2026) malam.

Korban diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh adik kandungnya, RAS, yang datang karena khawatir kakaknya tak kunjung bisa dihubungi.

Berawal dari Ponsel Tak Aktif dan Bau Menyengat

Peristiwa itu bermula ketika RAS berulang kali mencoba menghubungi korban. Namun, ponsel AS terus dalam keadaan tidak aktif.

Karena merasa ada yang tidak beres, RAS mendatangi kamar kos sang kakak sekitar pukul 19.00 Wita.

Belum sempat masuk ke dalam, ia sudah mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari area kos. Bau tersebut semakin kuat saat ia membuka pintu kamar.

Kecurigaan RAS berubah menjadi kepanikan ketika melihat helai rambut kakaknya muncul dari balik tumpukan boneka dan karpet di dalam kamar.

Pacar Korban Keluar dari Kamar Sebelah lalu Kabur

Di tengah kepanikan itu, seorang pria berinisial MZ, warga negara Singapura yang diketahui merupakan kekasih korban, tiba-tiba keluar dari kamar sebelah.

Merasa curiga dan tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, RAS sempat memukul MZ menggunakan helm.

Namun pria tersebut berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy sebelum warga maupun polisi tiba di lokasi.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan.

Jasad Sudah Membusuk dan Tertimbun Boneka
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tengkurap di lantai kamar kos.

Korban mengenakan pakaian berwarna gelap dan celana dalam cokelat. Seluruh tubuhnya tertutup tumpukan boneka dan karpet yang dilipat.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut hingga mengeluarkan bau menyengat.

"Korban sudah mengalami pembusukan. Seluruh tubuhnya dalam posisi tertimbun boneka-boneka dan karpet yang terlipat," ujar Iptu Azel.

Kondisi jasad yang telah membengkak membuat polisi kesulitan mengidentifikasi adanya luka atau tanda-tanda kekerasan secara langsung di lokasi.

Kulit korban juga telah mengalami pengelupasan akibat proses pembusukan.

Diduga Dicekik, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban menjadi korban penganiayaan berat.

Korban diduga mengalami kekerasan hingga dicekik sebelum meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik.

"Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, saat ini perlu dilakukan proses autopsi lebih lanjut," kata Iptu Azel.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N. Ngoerah Denpasar sekitar pukul 23.05 Wita untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Sementara itu, polisi masih memburu keberadaan MZ yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.