Anak Angkat Gatot Ditetapkan Tersangka oleh Polres Nganjuk, Lakukan Pembunuhan Bersama Kekasih
Rendy Nicko July 16, 2026 07:48 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Satreskrim Polres Nganjuk mengamankan dua tersangka pembunuhan pria yang jasadnya terkubur di pekarangan samping sebuah rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. 

Tersangka berinisial DM (19) warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk dan NJS (28) warga Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. 

Sementara korban, yakni Gatot Tri Wahyu Widodo (53) warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. 

DM merupakan anak angkat korban. Sedangkan NJS kekasih DM. 

Baca juga: Rekaman CCTV Pencurian Motor di Masjid Tanjunganom Nganjuk Viral, Pelaku Sempat Pakai Mobil

Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan dua tersangka diamankan dalam waktu 10 jam sejak penemuan jasad korban atau Kamis (16/7/2026) sekira pukul 01.00 WIB. Jasad korban ditemukan warga pada Rabu (15/7/2026) pukul 15.00 WIB. 

Tersangka diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk. 

"Benar, tersangka sudah diamankan. Tersangka adalah anak angkat korban dan kekasihnya," katanya. 

Usai diamankan, lanjut Didid usai diamankan, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Nganjuk. 

Selain mengamankan tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, cangkul, lembar permintaan autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, satu unit motor Honda Vario Nopol AD 3872 DC berikut surat kendaraan. 

"Tersangka dan barang bukti diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," jelasnya. 

Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, digegerkan dengan adanya penemuan mayat. 

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tak wajar. 

Yakni, terkubur di area pekarangan samping sebuah rumah. 

Ditengarai identitas jasad itu adalah Gatot. 

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran,  Joko Hari Karyono, mengatakan sebelum jasad ditemukan, beredar kabar di kalangan warga jika Gatot mendadak menghilang. 

Kabar tersebut berembus dari keluarga Gatot sendiri. 

"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," katanya, Rabu (15/7/2026). 

Keberadaan Gatot tidak diketahui sejak Senin (13/7/2026). 

Namun, warga sekitar sempat mendengar adanya percek-cokan di rumah itu sebelum Gatot menghilang. 

"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya. 

Hingga hari ini, Gatot tak kunjung terlihat beraktivitas di rumahnya oleh warga. 

Sebenarnya hilangnya Gatot hendak dilaporkan keluarga ke Polsek setempat. Hanya saja rencana itu batal. 

Ditambah lagi, berembus klaim bahwa Gatot berada di Jombang lalu mendadak berpindah ke Malang. 

Baca juga: Viral Driver Ojol Lawan Arah hingga Rusak Spion Mobil Rumah Sakit Sidoarjo, Pelaku Diburu Warganet

Kondisi itu lantas memicu teka-teki hingga bikin warga menaruh curiga. 

"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," paparnya. 

Joko menyatakan, warga kala itu lebih pada khawatir ada hal yang tak beres menimpa Gatot akibat sakit yang diderita. 

Selanjutnya, lima warga mencoba mendatangi rumah Gatot untuk mengecek. 

Setibanya di sana, rombongan itu disambut oleh adik ipar Gatot. Adik ipar Gatot kebetulan menumpang bermalam di rumah itu. 

"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," urainya. 

Lima warga memutuskan meminta izin masuk ke dalam rumah Gatot. 

Sang adik ipar Gatot pun mengizinkannya. 

"Warga masuk rumah itu. Kami menyisir di berbagai titik," paparnya. 

Dia melanjutkan, penelusuran tak hanya dilakukan di dalam, melainkan juga di pekarangan rumah Gatot. 

Di pekarangan samping rumah, warga mendapati keanehan pada gundukan tanah. 

Tanah itu seperti baru diuruk. Selain itu, di atas gundukan terdapat genting yang tertata rapi dan batang pohon pisang. 

Tatkala didekati, bau busuk terasa kian menusuk hidung. 

"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya. 

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.