Gelombang Panas Hantam Korsel, Lansia 101 Tahun Jadi Korban Jiwa Pertama di Gangwon
GH News July 16, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Gelombang panas ekstrem mulai memakan korban jiwa. Seorang wanita lanjut usia (lansia) berusia 101 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang berhubungan dengan panas.

Dikutip dari Korea JoongAng Daily, ini menjadi kasus kematian pertama di wilayah Gangwon, Korea Selatan, pada tahun ini.

Otoritas pemadam kebakaran setempat bersama pemerintah Provinsi Gangwon melaporkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi pingsan, di sebuah area perladangan di kota Gangneung. Nahas, ia dinyatakan meninggal dunia saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.

Melihat kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda, pihak berwenang meyakini kuat bahwa korban mengembuskan napas terakhirnya akibat sengatan panas. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

Pemerintah provinsi setempat kini telah resmi mengklasifikasikan kasus tragis ini, sebagai kematian akibat penyakit panas pertama di wilayah Gangwon untuk tahun ini.

Sejak sistem pengawasan penyakit akibat panas ekstrem mulai diaktifkan pada 15 Mei 2026. Provinsi Gangwon secara total telah mencatat 43 kasus penyakit yang berhubungan dengan paparan suhu tinggi, termasuk satu kasus kematian lansia tersebut.

Kondisi cuaca di wilayah tersebut memang dilaporkan sedang dalam alarm bahaya. Badan Meteorologi Korea bahkan telah merilis peringatan gelombang panas untuk daerah dataran rendah di kota Gangneung, Donghae, dan Samcheok.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi jatuhnya korban lanjutan di tengah amukan cuaca ekstrem. Kondisi ini bisa mengganggu kesehatan, hingga menyebabkan kematian.

Kondisi yang Bisa Disebabkan Panas Ekstrem

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada beberapa kondisi yang disebabkan panas yang ekstrem:

1. Heat Stroke atau Serangan Panas

Ini merupakan kondisi yang paling serius, yang terjadi saat tubuh tidak lagi dapat mengontrol suhunya. Suhu tubuh naik dengan cepat, mekanisme berkeringat gagal, dan tubuh tidak mampu mendinginkan diri.

Heat stroke bisa menyebabkan kecacatan permanen atau kematian jika orang tersebut tidak menerima perawatan darurat.

2. Heat Exhaustion atau Kelelahan Panas

Kelelahan panas adalah respons tubuh terhadap kehilangan air dan garam yang berlebihan, biasanya melalui keringat yang berlebihan.

3. Rhabdomyolisis

Rhabdomyolisis (rhabdo) adalah kondisi medis yang terkait dengan stres panas dan aktivitas fisik yang berkepanjangan. Rhabdo menyebabkan kerusakan, pecah, dan kematian otot yang cepat.

Ketika jaringan otot mati, elektrolit dan protein besar dilepaskan ke aliran darah. Ini dapat menyebabkan irama jantung yang tidak teratur, kejang, dan kerusakan pada ginjal.

4. Heat Syncope atau Sinkop Panas

Sinkop panas adalah episode pingsan (sinkop) atau pusing yang biasanya terjadi ketika berdiri terlalu lama atau tiba-tiba berdiri setelah duduk atau berbaring. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan sinkop panas meliputi dehidrasi dan kurangnya aklimatisasi.

5. Heat Cramps atau Kram Panas

Kram panas biasanya menyerang pekerja yang banyak berkeringat selama aktivitas berat. Keringat ini mengurangi kadar garam dan kelembapan tubuh.

Kadar garam yang rendah di otot menyebabkan kram yang menyakitkan. Kram panas juga dapat menjadi gejala kelelahan akibat panas.

6. Heat Rash atau Ruam Panas

Ruam panas adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh keringat berlebihan selama cuaca panas dan lembap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.