Sekolah Rakyat di Cilacap Siap Beroperasi, 270 Siswa Masuk 31 Juli 2026
deni setiawan July 16, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap terus dimatangkan dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026.

Sekolah Rakyat tersebut akan menampung 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari seluruh kecamatan.

Kepala Dinsos PPA Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto mengatakan, saat ini pemerintah masih menyelesaikan proses pleno dan verifikasi calon peserta didik agar seluruh siswa yang diterima memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Kementerian Sosial.

"Kuota tahun ini ada 270 siswa dan saat ini masih dalam tahap pleno serta verifikasi agar seluruh calon siswa benar-benar sesuai persyaratan sebelum pembukaan Sekolah Rakyat pada 31 Juli 2026," katanya, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Rumor Tiga Nama Calon Sekda Cilacap, Bayu Prahara: Seleksi Masih Tunggu Pusat

Dia menjelaskan, jadwal pembukaan Sekolah Rakyat yang berada di Kecamatan Majenang mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.

"Ada daerah yang sudah diresmikan pada 14 Juli 2026, sedangkan Cilacap mendapat jadwal peluncuran pada 31 Juli 2026 sesuai keputusan dari Kementerian agar seluruh persiapan berjalan optimal serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa," ujarnya.

Ichlas menyebutkan, komposisi peserta didik masih terus disesuaikan. Untuk jenjang SD sementara hanya membuka satu rombongan belajar, sedangkan ruang kelas lainnya dimanfaatkan untuk jenjang SMP dan SMA.

"Kebutuhan setiap jenjang masih kami plenokan agar kuota yang tersedia benar-benar sesuai kondisi dan kebutuhan siswa," tuturnya.

Menurutnya, kesiapan sarana pembelajaran juga terus dimatangkan dengan menyiapkan 14 bangunan fungsional yang akan digunakan sebagai ruang belajar, asrama, serta fasilitas penunjang bagi siswa, guru, dan wali asuh.

"Seluruh bangunan yang digunakan sudah melalui proses verifikasi dan dipastikan siap difungsikan sehingga kegiatan belajar mengajar nantinya tidak terganggu meskipun penyelesaian bangunan pendukung masih terus berjalan," jelasnya.

Dia menambahkan, kebutuhan tenaga pendidik juga terus dipersiapkan menyusul proses rekrutmen guru yang dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial.

"Sambil menunggu guru hasil rekrutmen dari Kementerian bertugas, kami telah menyiapkan guru-guru pendamping agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan sejak hari pertama," katanya.

Ichlas mengatakan, jumlah tenaga pendidik masih terus dievaluasi bersama pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan instansi pendidikan agar sesuai kebutuhan pembelajaran di setiap jenjang.

"Penyesuaian jumlah guru dilakukan berdasarkan kebutuhan mata pelajaran, termasuk untuk mendukung kegiatan matrikulasi dan masa pengenalan lingkungan sekolah," ujarnya.

• Lagi, Hiu Tutul Mati Terdampar di Pantai Cilacap, Dalam 2 Bulan Sudah 5 Ekor, Fenomena Apa?

Dia menuturkan, hingga saat ini para siswa belum memasuki asrama karena seluruh persiapan masih berlangsung dan mereka baru dijadwalkan masuk pada 31 Juli 2026.

"Sebelum mulai belajar seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk mendapatkan pendampingan psikolog agar mereka siap mengikuti pendidikan dengan kondisi fisik dan mental yang baik," ungkapnya.

Seluruh kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat juga dipastikan dipenuhi oleh Kementerian Sosial tanpa dipungut biaya.

"Mulai dari seragam, sepatu, perlengkapan ibadah, hingga buku pelajaran telah disiapkan sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran secara nyaman," katanya.

Ichlas menegaskan, proses verifikasi calon siswa dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, BPS, dan sejumlah instansi terkait agar penerima program benar-benar tepat sasaran.

"Kami memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara bersama-sama sehingga data penerima sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan," ujarnya.

Dia menambahkan, peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap sehingga pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dapat terwujud.

"Kami ingin seluruh kecamatan memiliki keterwakilan sehingga manfaat program Sekolah Rakyat benar-benar dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Cilacap," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.