Serunya Rebutan 10 Ribu Nasi Anggi di Kendal, Tradisi Warga Sambut Haul Pangeran Abinawa
deni setiawan July 16, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Di Kabupaten Kendal, ada sebuah tradisi berebut nasi bungkus anggi yang dipercaya menyimpan keberkahan dalam peringatan Haul Pangeran Abinawa di Masjid Jami Abinawa, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Kamis (16/7/2026).

Nasi anggi ialah nasi bungkus berisikan lauk mie, tempe, tahu, dan telur yang dibungkus daun pisang.

Nasi itu menjadi hal yang dinanti warga setiap tahunnya. 

Baca juga: Kasus Koperasi BMJ Kendal Naik Penyidikan, Abdullah Zaini: SPDP Sudah Masuk Kejati Jateng

Warga percaya, dalam setiap bungkus nasi terdapat keberkahan dan karomah dari satu di antara sosok penyebar Islam di Kendal tersebut.

Dalam haul kali ini, panitia menyediakan 10 ribu nasi bungkus yang langsung ludes diserbu warga dalam hitungan menit.

Sebelum nasi anggi dibagikan, warga terlebih dahulu mengikuti pengajian dan berziarah ke makam Pangeran Abinawa. 

Begitu pengajian dan doa bersama selesai, ribuan jemaah berbondong-bondong menuju masjid setempat untuk saling berebut nasi. Riuh teriakan seketika pecah. 

Satu di antara warga yang ikut menembus kerumunan ialah Jumaroh.

Jemaah perempuan itu mencoba merangsek masuk ke barisan terdepan demi mendapat keberkahan nasi anggi.

Dia mengatakan, dirinya sengaja datang untuk menjemput keberkahan. Rencananya, nasi itu akan dia nikmati bersama keluarganya di rumah. 

"Kami percaya nasi anggi ini membawa berkah. Biasanya dimakan bersama keluarga agar mendapat keberkahan di tahun yang baru," ujarnya.

Warga Pekuncen, Nafisah bahkan telah mempersiapkan beberapa plastik sebagai wadah nasi suro yang telah dia dapatkan.

Nasi penuh berkah itu, rencananya bakal nikmati bersama keluarga.

"Kami percaya bahwa nasi ini memiliki keberkahan, ini sudah tradisi turun-temurun," katanya

Nafisah juga percaya, nasi suro bisa menyembuhkan orang tuanya yang terbaring sakit sejak beberapa bulan terakhir.

"Nasi ini juga nanti akan saya berikan ke rang tua saya yang sedang sakit."

"Semoga dengan perantara (lantaran) setelah makan nasi ini bisa segera sembuh atas kehendak Gusti Allah," paparnya.

• Sekda Sentil ASN Pemkab Kendal: Jangan Kerja Menunggu Instruksi

Warga lain, Miatun percaya dengan keberkahan dari sebungkus nasi suro yang dia nikmati. 

Dia berharap, tradisi ini bisa terus terjaga dan digelar di tahun-tahun berikutnya.

"Tiap tahun saya selalu ikut. Alhamdulillah, semoga diberikan keberkahan semuanya," tuturnya.

Panitia haul, Ngasimin mengatakan, tradisi pembagian nasi anggi telah menjadi bagian dari rangkaian Haul Pangeran Abinawa yang rutin digelar setiap bulan Muharam.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menyiapkan ribuan nasi bungkus agar dapat dibagikan kepada para jemaah yang hadir.

"Setiap tahun warga sangat antusias. Tradisi ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi juga bentuk sedekah dan kebersamaan masyarakat," katanya.

Untuk mengantisipasi kerumunan, panitia dibantu petugas keamanan melakukan pengamanan selama proses pembagian berlangsung. 

Bahkan sebagian nasi bungkus dibagikan dengan cara dilempar ke arah kerumunan agar massa tidak memadati area depan panggung.

"Sebagian kami bawa ke luar area masjid karena ramai sekali," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.