Guru SMPN 9 Ujung Jampea Korban Meninggal Tragedi Tenggelamnya KLM Nurul Salsa di Selayar
Alfian July 16, 2026 09:22 PM

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terungkap identitas korban meninggal dunia pada tragedi Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026).

Korban meninggal dunia bernama Salmawati.

"Almarhumah sebagai guru SMPN 9 Ujung Jampea," kata Siujung, kerabat korban KLM Nurul Salsa.

Dilaporkan bahwa korban berada dalam kamar KLM Nurul Salsa saat kapal tenggelam.

Selain itu, korban dalam keadaan kurang sehat saat dalam perjalanan.

Informasi yang dihimpun dari Polres Selayar menyebutkan bahwa Salmawati sedang dalam keadaan sakit.

"Korban sedang sakit dan dalam rujukan dari Puskesmas Jampea ke RSUD Khayyung Selayar," kata Humas Polres Selayar, Aiptu Suardi Alimuddin.

Jumlah sementara 46 orang selamat dan satu orang meninggal dunia dan 27 belum ditemukan.

Awalnya KLM Nurul Salsa berlayar dari Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu menuju Pelabuhan Benteng, Ibukota Selayar, sekitar pukul 06.00 Wita, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Tragedi KLM Nurul Salsal Tenggelam di Selayar Sulsel, 23 Penumpang Belum Ditemukan

KAPAL TENGGELAM Keluarga dan petugas menjemput korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di dermaga Pulau Jampea, Kamis (16/7/2026). Dalam peristiwa ini 47 orang penumpang KLM Nurul Salsa selamat, 1 meninggal dunia, 23 orang belum ditemukan
KAPAL TENGGELAM Keluarga dan petugas menjemput korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di dermaga Pulau Jampea, Kamis (16/7/2026). Dalam peristiwa ini 47 orang penumpang KLM Nurul Salsa selamat, 1 meninggal dunia, 23 orang belum ditemukan (Istimewa/Polres Selayar)


 
Usai lepas landas di Pelabuhan Jampea, kapal berjalan normal.

Setelah lima jam kemudian, seiring cuaca mulai buruk, mesin KLM Nurul Salsa mengalami kerusakan pada mesin.

Lalu pada Rabu siang, mesin kapal mati total.

Para penumpang bersama ABK berusaha mengirim pesan terhadap masalah yang dihadapinya.

Namun petugas bersama masyarakat tidak mampu melakukan penyelamatan.

Sebab di lokasi cuaca sedang ekstrem, gelombang tinggi dan angin kencang.

Kapal mulai tenggelam jelang tengah malam.

Kejadian itu saat berada di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.

Dinihari tadi, Tim Basarnas menemukan para penumpang di sekitar lokasi kejadian dalam kapal yang sudah mulai tenggelam.

Pulau Jampea berada di bagian selatan, Selayar daratan.

Rata-ratawaktu tempuh 10-11 jam dari ibukota Benteng Selayar ke pulau tersebut.

Pulau Jampea salah satu pulau terbesar di Kabupaten Selayar setelah Selayar bagian daratan.

Pulau ini juga dikenal memiliki lahan subur pertanian dan perkebunan, termasuk salah satu penghasil kopra dan ternak sapi.(*)

Korban selamat (33 orang): 

Fildayanti (21),
Abraf (3),
Abrar (5),
Marliana (31),
Wirda (38),
Ismail (36),
Sofyan (48),
Ratang (38),
Andi Ratih (46),
Asfandi (36),
Wail/Nail (17),
Basriadi (45),
Dahlia (27),
Safutra (2),
Igo (27),
Nur Aeda (50),
Halmiati (37),
H. Bahri (70),
Andi Sahril (40),
Agung Akbar (15),
Farhan Ihwani (15),
Rosmaeni (59),
Nail (12),
Alfati (8),
Jinar (20),
Imel Aulia (19),
Nur Aisyah (20),
Elianti Nur (19),
Tasmar (49),
Jumrahwati (41),
Nirdawati (36),
Muh Akip (25), dan
Akil Akbar (20).

ABK selamat (7 orang):

Arjun (20),
Zikri (19),
Masran (30),
Irfandi (22),
Saldianto (25),
Dani (35), dan
Marling (36) yang disebut sebagai juragan kapal.

Korban meninggal (1 orang):

Salmawati.

Korban dievakuasi ke Polassi (6 orang):

Junaedi,
Muhammad Askar,
Salla,
Anhar,
Nasma, dan
Riswan.

Korban masih dicari berdasarkan manifes (17 orang): 

Cia,
Bau Intang,
Sahrul Amin,
Madang,
Januari,
Maridaeng,
Umar,
Naura,
Nurhayati,
Asseng,
Malida,
Hasbi,
Hasnani,
Isa,
Naila,
Jusriawati, dan
Arfandi.

Daftar sementara korban dalam pencarian yang belum masuk manifes (10 orang):

Jaenuddin,
Nurmiati,
Jasmal,
Diska,
Musliana,
Sitti Amang,
Andi Sama,
Hasliana,
Hasriati, dan
Sri Hardati.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.