Dukung Malioboro Full Pedestrian, Pemkot Yogya Siap Kucurkan Rp15 Miliar untuk Back-Up Becak Listrik
Yoseph Hary W July 16, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyambut positif penyerahan hibah 80 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 


Langkah tersebut diyakini bisa menjadi katalisator penting dalam mewujudkan kawasan Malioboro yang ramah lingkungan dan bebas emisi.


​Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkap rasa bahagianya karena puluhan unit becak listrik ini diproduksi langsung oleh para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


Menurutnya, pelibatan institusi pendidikan dari SMK Negeri 3 Yogyakarta tersebut sangat krusial dalam menjamin keberlanjutan operasional armada di lapangan.


​"Sehingga kalau nanti ada kerusakan, servis, after sales-nya itu kan gampang karena ada SMK di situ," ujarnya, saat ditemui usai acara penyerahan hibah di kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta, Kamis (16/7/26) sore.

Kesiapan ekosistem becak listrik


​Lebih lanjut, mantan Kepala BKKBN RI tersebut mengapresiasi kesiapan ekosistem pendukung yang dibangun secara matang dalam proyek hibah ini. 


Tidak sekadar membagikan unit kendaraan, proyek juga dilengkapi dengan infrastruktur penunjang, termasuk 12 titik stasiun pengisian daya (charging station) serta tiga armada layanan servis bergerak (mobile services).


​"Kalau biasanya kan kita dikasih becak saja, tapi ekosistemnya tidak dibangun. Nah, kalau ini kan komplet. Untuk 12 titik charger itu nanti posisinya di mana, belum kita tentukan secara pasti. Kami akan diskusikan dulu dengan para pengayuh becak sendiri agar tepat sasaran," jelasnya.


​Dengan tambahan 80 unit anyar dari Kemenkeu ini, total becak listrik yang kini mengaspal di Yogyakarta telah menyentuh angka sekitar 320 unit. 


Kendati demikian, Hasto mengakui jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menunjang kawasan pedestrian penuh (full pedestrian) di sepanjang sumbu filosofi Malioboro.


​"Kalau untuk kawasan Malioboro, kita sebenarnya masih kekurangan banyak, masih ada kekurangan sekitar 700 unit becak listrik lagi," ungkapnya.


​Guna menutup kekurangan tersebut, Pemkot Yogyakarta pun aktif mengetuk pintu kemitraan, termasuk mengajukan proposal kerja sama kepada berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 


Hasto membeberkan, sejumlah direksi BUMN yang hadir dalam acara tersebut, termasuk PT KAI, sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan serupa ke depan.

Pemkot siap kucurkan anggaran


​Namun, demi menjamin kepastian program transportasi ramah lingkungan berjalan lancar, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan langkah taktis melalui anggaran daerah.


​"Kami memang mengajukan proposal ke beberapa mitra, tetapi kami juga siapkan backup melalui APBD 2027. Seandainya (bantuan) dari mitra-mitra itu belum mencukupi, maka kami backup dari APBD," tegas Wali Kota.


"Kami akan mengalokasikan sekitar Rp10 sampai Rp15 miliar. Jika harga per unitnya kisaran Rp35 juta, berarti bisa dapat 300 sampai mendekati 400 unit becak listrik tambahan," paparnya.


​Disinggung mengenai rencana penerapan kebijakan full pedestrian di Malioboro yang santer dikabarkan bakal diuji coba akhir tahun ini, Hasto menyatakan pihaknya tengah melakukan pengkondisian secara matang dan persuasif.

Ia menekankan bahwa pendekatan yang diambil oleh Pemkot Yogyakarta tidak akan dilakukan secara drastis, melainkan via dialog dari satu area ke area lainnya.


​"Saya baru mengkondisikan sirip per sirip (jalan di sekitar Malioboro). Jadi saya akan rembugan satu per satu dari sirip ke sirip. Mengenai target waktu, itu sangat tergantung dari hasil penataan sirip per sirip itu," katanya.

Skema bertahap juga berlaku bagi penertiban atau konversi becak motor yang selama ini berjubel dan beroperasi di kawasan wisata utama Kota Yogyakarta. 


Hasto menegaskan, penghapusan becak motor tidak bisa serta merta dilangsungkan secara instan demi menjaga mata pencaharian warga setempat.


​"Menghilangkan becak motor itu kan bertahap, disesuaikan dengan kemampuan kita menyediakan becak listrik. Karena kalau langsung dihilangkan semua sekarang, moda transportasi bermotor hilang, kita belum memadai untuk memberi fasilitas transportasi alternatif bagi masyarakat luas," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.