Pembangunan Puspem Tana Tidung On The Track, Gedung Utama hingga DPRD Ditarget Rampung Desember 2026
Junisah July 16, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung terus menunjukkan progres positif. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menargetkan seluruh bangunan utama di kawasan tersebut rampung pada Desember 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kabupaten Tana Tidung, Rico Ardianto, mengatakan hingga saat ini progres pembangunan masih berjalan sesuai target.

Menurutnya, capaian pekerjaan bahkan selalu berada di atas target harian yang telah ditetapkan.

"Untuk pengerjaan Puspem kita on the track. Rata-rata deviasi per hari selalu ada plus nol koma sekian," ujar Rico kepada TribunKaltara.com, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Lapangan Puspem Tana Tidung Dikebut Jelang HUT RI ke-81, Area Upacara Disiapkan Tampung 1.000 Orang

Ia menjelaskan, sejumlah paket pekerjaan yang telah berkontrak saat ini meliputi pembangunan gedung utama, jalan kawasan, lapangan apel, Gedung A, Gedung B, hingga Kantor DPRD Tana Tidung.

Seluruh pekerjaan tersebut saat ini terus dipercepat agar selesai sesuai jadwal.

"Untuk saat ini pengerjaan yang sudah berkontrak kan gedung utama, jalan kawasan, lapangan apel, Gedung A, Gedung B dan saat ini kita sedang kebut pengerjaannya, begitu juga dengan pengerjaan kantor DPRD Tana Tidung," katanya.

Rico Ardianto menuturkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh bangunan utama tersebut selesai pada akhir tahun 2026.

Penyelesaian fisik bangunan akan menjadi prioritas sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan interior secara bertahap.

"Target kita Desember semua gedung mulai dari Gedung A, Gedung B, gedung utama dan DPRD sudah selesai pembangunannya sesuai dengan time schedule kita," tuturnya.

Baca juga: Rencana Pemindahan Aktivitas Pemkab Tana Tidung ke Puspem Agustus 2026 Ditunda, Begini Alasannya

Ia menjelaskan, pekerjaan interior tidak dapat dilakukan sekaligus karena membutuhkan proses yang cukup kompleks dan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

"Untuk pengerjaan interior kita laksanakan bertahap karena pengerjaan interior ini lumayan rumit dan juga harus disesuaikan dengan budgeting kita di Kabupaten Tana Tidung," jelasnya.

Rico mengakui kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut memengaruhi pelaksanaan pembangunan di daerah, termasuk penyelesaian fasilitas pendukung di kawasan Puspem.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis seluruh bangunan dapat segera dimanfaatkan.

"Sebagaimana kita tahu efisiensi anggaran terjadi di Kabupaten Tana Tidung dan pastinya sangat berdampak pada penganggaran. Rencana kita awal tahun nanti gedung-gedung ini sudah siap pakai, mudah-mudahan tidak ada hambatan supaya tidak tertunda lagi," ungkapnya.

Di sisi lain, Rico Ardianto mengatakan tantangan pembangunan di Kabupaten Tana Tidung juga dipengaruhi faktor geografis dan distribusi material.

KAPASITAS 1000 ORANG - Proses pengerjaan lapangan upacara di kawasan Puspem Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, gambar diambil Senin (13/7/2026). Lapangan upacara dibuat kapasitas 1000 orang.
KAPASITAS 1000 ORANG - Proses pengerjaan lapangan upacara di kawasan Puspem Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, gambar diambil Senin (13/7/2026). Lapangan upacara dibuat kapasitas 1000 orang. (TribunKaltara.com/Rismayanti)

Akses menuju daerah yang relatif lebih sulit dibanding kabupaten atau kota lain membuat proses pengadaan material dan peralatan membutuhkan waktu lebih lama.

"Kerja di Kabupaten Tana Tidung ini berbeda dengan daerah lain karena akses kita lebih sulit, kemudian peralatan juga agak sulit kita dapatkan," ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga material bangunan dan bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak terhadap proses pembangunan.

Rico menyebut perubahan harga tersebut menyebabkan penyesuaian dalam proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan.

"Kendala kita karena semua material naik, BBM juga naik. Pada saat kita mau melelang tiba-tiba harga solar naik. Kalau semuanya naik otomatis berdampak juga ke proses pembangunan kita," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.