TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali jadi sorotan publik.
Kali ini terkait gaya bicaranya saat diwawancara oleh wartawan.
Dody Hanggodo terlihat marah dan berbicara menggunakan kata 'gua' dan 'lu' ke wartawan.
Sebelumnya ia ramai jadi perbincangan setelah ketahuan memboyong istri dan anaknya saat kunjungan ke Amerika Serikat.
Keberangkatan Menteri PU ke AS itu kebetulan dilakukan menjelang Final Piala Dunia 2026.
Momen itu terjadi saat warga sedang patungan memperbaiki Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Uang yang terkumpul bahkan mencapai Rp 1 Miliar.
Namun Dody malah kepergok merencanakan kunjungan luar negeri sambil memboyong anak dan istrinya.
Netizen pun menyoroti nama istri dan anak Dody Hanggodo, Irma Hermawati dan Aurellia Tsabitha Meidirama yang juga tertera dalam surat tersebut.
Surat itu ditangdatangani oleh Sekjen Kementerian PU Apri Artoto.
Menanggapi hal tersebut, Apri mengeklaim keterlibatan istri dan anak politikus Partai Demokrat itu tidak menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepeser pun.
"Perlu saya tegaskan di sini, untuk pembiayaan terhadap keluarga, itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang terjadi ada pemberangkatan dari anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi," kata Apri di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Apri menjelaskan bahwa pencantuman nama istri dan anak Dody dalam surat tersebut adalah untuk pengurusan visa ke Kementerian Luar Negeri.
"Terkait di dalam list itu ada anggota keluarga, itu memang di dalam komunikasi kami dengan Kementerian Luar Negeri dalam rangka pengurusan visa, itu sebaiknya memang dijadikan di dalam satu daftar," jelasnya.
Istri Dody Pakai Paspor Diplomatik Sementara terkait nama Irma Hermawati yang tertulis menggunakan paspor diplomatik, Apri mengatakan bahwa aturan memperbolehkan istri pejabat menerima kemudahan itu.
"Secara aturan, spouse dari pejabat yang dinas itu boleh menggunakan paspor diplomatik mengikuti suami," ungkapnya.
Namun, Apri kembali menegaskan bahwa tidak ada uang negara yang berasal dari pajak masyarakat yang digunakan untuk hal itu.
Baca juga: Sosok Menteri PU Disorot, Boyong Keluarga ke AS di Tengah Polemik Warga Patungan Perbaiki Jembatan
"Enggak pakai APBN," ucapnya.
Kini ramai isu kalau Dody memecat karyawan yang membocorkan isi surat tersebut.
Saat ditanya oleh wartawan, gaya bicara Dody terdengar seperti marah.
Ia menjawab pertanyaan wartawan dengan suara tinggi.
"Gak ada, gak ada," kata Dody sambil berjalan.
Kemudian ditanya soal pegawai dimutasi gara-gara membocorkan surat itu, Dody pun masih menggunakan nada bicara yang kasar.
Bahkan ia menyebut kata 'gua' saat menjawab pertanyaan wartawan.
"Kalau mutasi?," tanya wartawan lagi.
"Mutasi kan biasa aja, pegawai gua 38600 masa boleh mutasi, heran," jawab Dody.
"Berarti bukan karena isu surat bocor?," tanya waratawan lagi.
Menanggapi hal itu, raut wajah Dody pun tampak berubah.
"Ah itu gak komen saya," katanya sambil berjalan ke arah mobil.
Baca juga: Sosok Menteri PU Disorot, Boyong Keluarga ke AS di Tengah Polemik Warga Patungan Perbaiki Jembatan
Kemudian wartawan lainnya bertanya lagi soal isu keponakan Dody yang jadi komisaris.
"Ponakan jadi komisaris?," tanya wartawan.
Mendengar itu, Dody sempat tersenyum dan langsung menatap sang wartawan dengan serius.
Bukannya menjawab, Dody malah menantang wartawan untuk membuktikan hal itu.
"Gua kasih sayembara, kalau lu bisa buktikan, gua kasih lu umroh, sekeluarga lu semua," katanya.
Bahkan saat diminta untuk menegaskan ucapannya, jawaban Dody masih sama.
"Itu bukan keponakan berarti pak?," tanya wartawan.
"Gua kasih sayembara tuh, gua kasih waktu sebulan," katanya sambil masuk ke dalam mobil.
"Berarti bukan keponakan ya pak?," tanya wartawan lagi.
"Ya lu pikir sendiri lah," kata dia.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t