Amerika Serikat Kehabisan Banyak Amunisi? Stok Rudal Patriot dan Tomahawk Menurun Usai Konflik Iran
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya July 16, 2026 08:42 PM

- Amerika Serikat (AS) kini menghadapi ancaman kekurangan senjata penting yang semakin meningkat setelah menghabiskan sebagian besar cadangan misilnya selama perang melawan Iran. 

Penilaian ini menyoroti kekhawatiran yang kian memuncak mengenai kemampuan industri senjata AS untuk memasok kembali persenjataan dengan kecepatan yang sama seperti yang digunakan dalam pertempuran.

Selama fase awal perang, militer AS telah mengerahkan ribuan rudal dalam serangan jarak jauh serta operasi keamanan untuk mencegat serangan Iran. 

Beban yang sangat berat ini jatuh pada sistem pertahanan rudal Patriot, THAAD, dan SM-3 yang diluncurkan dari kapal, serta senjata ofensif seperti rudal jelajah Tomahawk.

Mark Cancian, seorang pensiunan kolonel Korps Marinir AS dan analis pertahanan di Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengungkapkan bahwa beban pengeluaran senjata ini sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan.

“AS telah menggunakan antara sepertiga hingga setengah dari amunisi utamanya,” kata Cancian mengutip CNN, Kamis (16/7/2026).

Lebih lanjut, CSIS memperkirakan bahwa Washington kemungkinan telah menggunakan lebih dari setengah persediaan pra-perangnya dalam beberapa kategori rudal kritis. 

Lembaga kajian tersebut juga memproyeksikan bahwa lebih dari 1.000 rudal Tomahawk telah ditembakkan selama perang.

Sebuah angka yang setara dengan total produksi selama beberapa tahun jika merujuk pada tingkat produksi saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.