SRRL si Kereta Listrik Surabaya Sidoarjo Ditargetkan Beroperasi pada 2029, Menhub Pastikan Berjalan
Dyan Rekohadi July 16, 2026 09:53 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Proyek transportasi massal, Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo ditargetkan dapat selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2029.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proyek SRRL akan segera berjalan.

Menurut Dudy, proyek transportasi massal kereta listrik itu telah memasuki tahapan yang lebih konkret dengan dimulainya proses penunjukan penyusun Detail Engineering Design (DED).

“Kami juga membicarakan pengembangan kereta di wilayah Sidoarjo. Tahapan proyek tersebut sudah mulai berjalan. Sejak Januari, perkembangan proyek kereta Surabaya-Sidoarjo terus diperbarui,” kata Dudy, Kamis (16/7/2026). 

Ia menjelaskan, proses penunjukan penyusun DED menjadi indikator bahwa proyek SRRL telah bergerak menuju tahap persiapan teknis yang lebih rinci.

“Saat ini kami telah memulai proses penunjukan untuk penyusunan DED. Hal tersebut menandakan bahwa proyek ini sudah dapat berjalan,” ujarnya.

Dudy berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga proyek tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat pada 2029.

“Harapannya, pada tahun 2029 proyek ini dapat selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya,” katanya.

Baca juga: Kick Off Proyek SRRL di Surabaya, Resmi Didanai KfW Jerman Senilai 230 Juta Euro

 

Tantangan Lokasi Depo


Sebelumnya, dalam High Level Meeting percepatan SRRL yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, sejumlah isu strategis proyek dibahas, termasuk kebutuhan lahan untuk depo kereta yang menjadi salah satu tantangan utama.

Menurut Emil, setiap pembangunan sistem perkeretaapian membutuhkan depo sebagai pusat perawatan dan operasional rangkaian kereta.

Namun, kebutuhan lahan yang luas membuat penentuan lokasi depo harus dilakukan secara cermat.

“Setiap pembangunan kereta membutuhkan depo dan itu memerlukan lahan yang luas. Tadi disepakati kita optimalkan dulu tanah yang ada. Untuk persoalan status tanah akan dilihat lebih lanjut melalui mekanisme reforma agraria,” kata Emil.

Ia menjelaskan, salah satu opsi yang dibahas adalah optimalisasi kawasan depo eksisting di Sidotopo yang saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari keberadaan warga yang menempati lahan hingga status kepemilikan tanah.

Emil menegaskan penyelesaian persoalan depo tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknis proyek semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

“Saya sampaikan kepada Bu Gubernur, saya dan Pak Wali Kota Surabaya sama-sama harus memikirkan nasib warga yang ada di situ juga. Jadi tidak sekadar bicara alasan teknis saja,” tegasnya.

Baca juga: Surabaya Bakal Punya KRL, Ini Bedanya SURP dan SRRL yang Siap Ubah Wajah Transportasi Jawa Timur

 

Sidoarjo Stasiun Gubeng Double Track


Pemprov Jatim bersama Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, PT KAI dan instansi terkait saat ini terus mematangkan desain proyek agar dapat menjadi dasar pelaksanaan konstruksi pada awal 2027.

Fase pertama SRRL direncanakan membentang dari Sidoarjo hingga Stasiun Gubeng Surabaya dengan konsep jalur ganda (double track) dan elektrifikasi kereta api.

Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung transportasi massal modern di kawasan Surabaya Raya sekaligus membantu mengurangi kemacetan di koridor Surabaya-Sidoarjo.

Fase pertama atau Fase A proyek SRRL akan membentang dari Sidoarjo hingga Stasiun Gubeng Surabaya dengan nilai investasi mencapai 230 juta euro.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.