TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – I (61), pamit pada keluarganya untuk melaut pada Rabu (16/7/2026) kemarin.
Ia berangkat dalam kondisi badan yang kurang sehat.
Hari itu, ia hendak mencari ikan dan udang dengan perahu motor, membawa jaring untuk ditebar.
Namun, hingga petang menjelang ia tak kunjung pulang.
Seorang warga kemudian mendapati perahunya hanyut. Pencarian pun dilakukan.
Seorang nelayan berinisial I yang merupakan warga Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026) sore.
I dilaporkan hilang saat memasang jaring ikan di Sungai Pengabuan.
Kronologi
Korban diketahui berangkat melaut pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB untuk mencari ikan dan udang menggunakan perahu motor (pompong) serta belat atau jaring.
Saat berangkat, Idrus dikabarkan sedang dalam kondisi kurang sehat.
Hingga sore hari, ia tak kunjung pulang ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga dan warga sekitar.
Kecurigaan itu semakin kuat setelah seorang warga bernama Ikin menemukan perahu pompong beserta peralatan jaring milik korban hanyut di aliran Sungai Pengabuan tanpa ada seorang pun di atasnya.
Melapor ke Tim SAR
Informasi tersebut kemudian diteruskan oleh Kepala Desa Sungai Landak kepada Kantor SAR.
Setelah menerima laporan pada Kamis pagi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Kuala Tungkal yang beranggotakan tujuh personel langsung menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Pencarian melibatkan personel Unit Siaga SAR Kuala Tungkal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Polsek Pengabuan, serta masyarakat setempat.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan menemukan jasad I sekitar empat kilometer dari lokasi terakhir yang diduga menjadi titik hilangnya korban (Last Known Position atau LKP). Korban diduga terseret arus sungai.
Evakuasi
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi dari perairan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Usai proses evakuasi, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 17.15 WIB.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.
Baca juga: Daftar 5 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Dilantik Gubernur Al Haris Malam Ini
Baca juga: Jawaban Polisi soal Indikasi Keterlibatan Internal dalam Peretasan Bank Jambi
Baca juga: Potret Wapres Gibran Sapa Pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi Hari Ini