Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyelenggaraan Festival Film Bandung (FFB) ke-39 masih dihadapkan pada persoala keterbatasan venue representatif di Kota Bandung.
Padahal, sebagai ajang apresiasi perfilman yang lahir dan berkembang di Kota Kembang, Forum Film Bandung berharap malam puncak penghargaan dapat digelar di kota asalnya dengan fasilitas yang memadai.
Ketua Umum Forum Film Bandung, Eddy D. Iskandar, mengatakan hingga kini mencari lokasi penyelenggaraan yang sesuai dengan kebutuhan Festival Film Bandung bukan perkara mudah.
Menurutnya, Kota Bandung belum memiliki gedung yang mampu mengakomodasi penyelenggaraan malam penghargaan perfilman dengan kebutuhan panggung, tata cahaya, tata suara, serta kapasitas penonton seperti yang dibutuhkan FFB.
Ia menyontohkan penyelenggaraan tahun lalu, malam puncak Festival Film Bandung digelar di Gedong Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung.
Pemilihan lokasi tersebut dilakukan karena panitia kesulitan menemukan tempat serupa di Kota Bandung.
“Di Bandung itu susah mencari tempat yang representatif seperti Sabilulungan. Kalau di hotel memang ada, tetapi biayanya cukup besar. Sementara gedung-gedung yang ada di Kota Bandung, kalau dilihat dari perlengkapan yang dibutuhkan untuk acara puncak Festival Film Bandung, belum ada yang benar-benar memenuhi kebutuhan,” ujar Eddy di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Tren Film Bertema Keluarga Kian Menguat, FFB ke-39 Usung “Sinema Rona Keluarga”
Meski demikian, Eddy menegaskan Forum Film Bandung tetap memiliki keinginan besar agar Festival Film Bandung dapat terus diselenggarakan di Kota Bandung.
Menurutnya, festival yang telah berlangsung hampir empat dekade itu merupakan bagian dari identitas kota dan telah ikut mengharumkan nama Bandung di tingkat nasional.
Forum Film Bandung berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih besar agar Festival Film Bandung memiliki tempat yang layak sebagai ajang apresiasi insan perfilman Indonesia.
“Festival Film Bandung mengharumkan Kota Bandung, jadi memang rumahnya seharusnya di Bandung,” katanya.
Selain persoalan venue, Forum Film Bandung juga berharap penyelenggaraan FFB mendapat pengakuan lebih luas sebagai agenda budaya Kota Bandung.
Eddy mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Festival Film Bandung telah memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kebudayaan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal agar mulai tahun depan Festival Film Bandung masuk ke dalam kalender event resmi Kota Bandung.
Menurutnya, status tersebut akan memperkuat posisi FFB sebagai salah satu agenda budaya dan ekonomi kreatif yang rutin digelar setiap tahun.
“Beberapa tahun ini kami mendapat dukungan dari kementerian. Mudah-mudahan tahun depan Festival Film Bandung bisa masuk kalender event Kota Bandung. Karena Festival Film Bandung itu mengharumkan Kota Bandung, jadi memang rumahnya seharusnya di Bandung,” ucapnya.
Memasuki penyelenggaraan ke-39, Forum Film Bandung juga menargetkan malam puncak penghargaan berlangsung lebih meriah.
Baca juga: Pencetak Gol Penentu Persib Hattrick Juara Dipastikan Bertahan Musim Depan, Bobotoh Kini Lega
Panitia pun tengah menyiapkan konsep acara yang mampu menghadirkan suasana lebih hangat bagi seluruh insan perfilman. Sejalan dengan tema Festival Film Bandung tahun ini, “Sinema Rona Keluarga”, Forum Film Bandung ingin para aktor, aktris, sutradara, produser, hingga pekerja film yang datang dari Jakarta merasa bahwa Festival Film Bandung merupakan rumah bersama bagi mereka.
Eddy berharap seluruh nominator yang telah diumumkan dapat hadir dalam malam puncak penghargaan.
Selain para nominator, Forum Film Bandung juga berupaya menghadirkan sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Kebudayaan, produser film, artis nasional, hingga pejabat Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, lokasi penyelenggaraan yang berada di pusat Kota Bandung nantinya juga diharapkan memudahkan akses para tamu undangan sehingga partisipasi insan perfilman nasional semakin besar. (*)