Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Tenggara Biak Numfor, BMKG: Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Tektonik
Wawan Akuba July 16, 2026 08:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (16/7/2026) pukul 18.53 WIB.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada sekitar 39 kilometer tenggara Kabupaten Biak Numfor.

Gempa terjadi pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 136,32 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebutkan informasi tersebut mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring bertambahnya data.

Papua Termasuk Wilayah dengan Aktivitas Gempa Tinggi

Papua merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi di Indonesia.

Kondisi ini dipengaruhi oleh pertemuan beberapa lempeng tektonik besar, yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia, serta sejumlah sesar aktif yang tersebar di kawasan Papua.

Kabupaten Biak Numfor juga berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik kompleks, sehingga gempa bumi dengan berbagai magnitudo cukup sering terjadi di wilayah ini.

Magnitudo dan Kedalaman Berpengaruh terhadap Dampak

Gempa bermagnitudo 3,3 tergolong gempa ringan dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.

Namun, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa ini termasuk gempa dangkal. Gempa dangkal cenderung menghasilkan guncangan yang lebih terasa di sekitar pusat gempa dibandingkan gempa dengan kedalaman menengah atau dalam, meski kekuatannya relatif kecil.

BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Saat terjadi gempa bumi, masyarakat disarankan untuk:

  • Tetap tenang dan tidak panik.
  • Berlindung di bawah meja atau struktur bangunan yang kokoh sambil melindungi kepala apabila berada di dalam ruangan.
  • Menjauhi kaca, lemari, dan benda-benda yang berpotensi roboh.
  • Setelah guncangan berhenti, segera menuju tempat terbuka yang aman.
  • Memastikan informasi mengenai gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika agar memperoleh informasi yang akurat serta terhindar dari penyebaran hoaks terkait kejadian gempa bumi. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.