PPATK Awasi Program Makan Bergizi Gratis Berbasis CSR untuk Siswa Disabilitas di Tangerang
Abdul Rosid July 16, 2026 10:05 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Tangerang berjalan secara transparan dan akuntabel. 

Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dana sosial, termasuk tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Baca juga: Beredar Surat Hentikan Pengumpulan Data Program MBG, Begini Penjelasan Kejari Lebak dan Pandeglang

Ivan menyaksikan proses pembagian makanan bergizi kepada siswa berkebutuhan khusus sekaligus berdialog dengan pihak sekolah mengenai manfaat program yang didanai melalui CSR perusahaan swasta tersebut.

Menurut Ivan, keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program prioritas pemerintah harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar setiap bantuan benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

"PPATK selalu bersama dengan teman-teman dari kalangan swasta untuk membangun kebersamaan dan daya juang dalam upaya melakukan pemberantasan dan pencegahan pencucian uang," katanya saat diwawancarai di lokasi. 

Dia menjelaskan program MBG yang dijalankan melalui dukungan CSR perusahaan swasta tersebut sepenuhnya dibiayai oleh sektor swasta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Menurutnya inisiatif itu sejalan dengan semangat kolaborasi dalam mendukung program prioritas pemerintah.

"Program ini dibiayai oleh mereka sendiri tanpa APBN, dan ini adalah semangat yang sama dengan apa yang sudah diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," paparnya. 

Program MBG di SKh Negeri 1 Kabupaten Tangerang merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan swasta melalui program CSR bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). 

Ketua Harian YIPB Cahaya Manthovani mengatakan penyaluran MBG di sekolah tersebut merupakan kelanjutan dari program CSR yang telah berjalan sejak tahun lalu.

Menurut Cahaya pihaknya secara bertahap membangun kerja sama dengan berbagai mitra hingga terbentuk sistem penyaluran bantuan yang lebih tertata, transparan, dan akuntabel.

"Itu kita mulai sedikit demi sedikit, lalu akhirnya kita bekerja sama dengan mitra dari sektor swasta. Dari sana kami belajar bahwa sistem yang diterapkan sangat baik, tertata, dan transparan," katanya.

Hingga kini program MBG berbasis CSR tersebut telah menjangkau 12 Sekolah Khusus (SKh) dengan total penerima manfaat lebih dari 2.000 siswa dan guru.

"Alhamdulillah tahun ini program terus berkembang dan semakin banyak perusahaan melalui program CSR yang ikut mendukung pelaksanaan MBG dari sektor swasta," jelas Cahaya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.