153 Lulusan SMAK Padang Terserap Dunia Kerja dan Perguruan Tinggi, Sebagian Direkrut Sebelum Lulus
Rezi Azwar July 16, 2026 09:50 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sekolah Menengah Kejuruan–SMAK Padang (SMAKPA) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu sekolah vokasi industri unggulan di Indonesia. 

Hanya sekitar dua bulan setelah pengumuman kelulusan pada 4 Mei 2026, sebanyak 153 lulusan Angkatan ke-58 "Astareksa Bumantara" telah terserap ke dunia kerja, perguruan tinggi, hingga program pengembangan kompetensi internasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 104 lulusan telah diterima bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, 41 lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan dua lulusan memilih mengembangkan diri melalui jalur kewirausahaan. 

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya proses rekrutmen oleh berbagai mitra industri dan institusi internasional.

Baca juga: BP3MI Sumbar Gencarkan Gerakan Migran Aman, Cegah Warga Jadi Korban Perdagangan Orang

Capaian tersebut menjadi bukti implementasi konsep pendidikan vokasi berbasis link and match yang diterapkan SMAKPA bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin) selama dua semester, peserta didik memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Keberhasilan lulusan bukan hanya diukur dari kelulusan mereka, tetapi dari kepercayaan dunia industri terhadap kompetensi yang mereka miliki. Ketika industri merekrut lulusan kami bahkan sebelum mereka menyelesaikan Praktik Kerja Industri, itulah bukti bahwa link and match benar-benar berjalan," ujar Kepala SMAKPA periode 2026–2030, Silvania Lorina, S.Si., M.Si., yang dilantik pada 22 Juni 2026.

Pendidikan Dirancang Sesuai Kebutuhan Industri

Komitmen SMAKPA dalam mencetak tenaga kerja kompeten diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, peserta didik melaksanakan Prakerin di 87 perusahaan, laboratorium, lembaga penelitian, serta instansi pemerintah dan swasta yang tersebar di Sumatera, Kepulauan Riau, hingga Pulau Jawa.

Pembelajaran juga diperkuat melalui penerapan sistem ganda (dual system), keterlibatan praktisi industri sebagai Silver Expert, sertifikasi KKNI Level III Kimia Analisis, sertifikasi internasional bersama Hobart Technology Australia, serta sertifikasi TOEIC bagi seluruh lulusan.

Program-program tersebut dirancang agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, budaya kerja industri, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga: Disaksikan Menteri LH, PT Semen Padang Serahkan 3.300 Bibit Mangrove

Direkrut Industri Sebelum Lulus

Sebagian besar lulusan yang kini telah bekerja direkrut perusahaan sejak menjalani Prakerin. Mereka menempati berbagai posisi, seperti Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Research and Development (R&D), Analytical Development, Analis Kimia, Laboratory Analyst, hingga staf laboratorium.

Lulusan SMAKPA kini berkarier di berbagai perusahaan, di antaranya PT Paragon Technology and Innovation, PT Bintang Toedjoe, PT Lapi Laboratories, PT Samco Farma, PT Cosmar, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), PT Intertek Utama Services, PT Sucofindo, PT Kimia Farma Tbk, PT Wings Group, PT Alamanda Global Health, PT Fabindo Sejahtera, PT Kehatilab Indonesia, PT Mega Karya Analitika, PT Yarindo Farmatama, serta berbagai perusahaan nasional lainnya.

Selain melalui rekrutmen langsung perusahaan, peluang kerja juga difasilitasi sekolah melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) dan seleksi mandiri setelah kelulusan.

Baca juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen, Berlaku hingga 27 Juli 2026

Berprestasi di Dunia Akademik

Tidak hanya siap bekerja, lulusan SMAKPA juga menunjukkan daya saing akademik. Sebanyak 41 lulusan diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Politeknik AKA Bogor, Politeknik ATI Padang, hingga Nanjing Tech University, Tiongkok.

Hal tersebut menunjukkan lulusan SMAKPA mampu bersaing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di tingkat nasional dan internasional.

Lolos Program Internasional di Rusia

Prestasi internasional juga diraih lulusan Angkatan ke-58. Sebanyak 14 lulusan berhasil lolos ke tahap akhir wawancara Program Beasiswa, Pelatihan, dan Kebekerjaan hasil kerja sama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dengan UC RUSAL, Federasi Rusia.

Program tersebut menjadi peluang bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman industri berstandar internasional sekaligus membuka kesempatan berkarier di perusahaan global.

Baca juga: BP3MI Sumbar: Kasus Viral Warga Agam di Myanmar Tak Tercatat karena Berangkat Ilegal

Animo Masyarakat Terus Meningkat

Keberhasilan lulusan turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMAKPA. Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS), tercatat sebanyak 4.960 calon siswa mendaftar.

Sementara itu, daya tampung sekolah hanya 288 peserta didik. Dengan demikian, tingkat persaingan mencapai sekitar 1:17, menjadikan SMAKPA sebagai SMK dengan animo tertinggi di lingkungan sekolah vokasi BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Perkuat Sinergi dengan Pemprov Sumbar

Dalam audiensi Kepala SMAKPA beserta jajaran dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Pendopo Gubernur Sumbar pada Jumat (10/7/2026), Silvania memaparkan berbagai capaian sekolah, mulai dari tingginya serapan lulusan, meningkatnya minat masyarakat, penerapan pendidikan vokasi berbasis link and match, hingga penguatan kemitraan dengan industri.

Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi atas kontribusi SMAKPA dalam menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan harapan agar kapasitas penerimaan siswa di SMAKPA dapat ditingkatkan.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Perindustrian diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan vokasi industri sehingga mampu mencetak lebih banyak generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Baca juga: Manajemen Krisis Pagi di Kuranji Padang: Saat Jatah Air Mandi Anak Sekolah Harus Dihemat Ekstrem

Cetak SDM Industri Berkelas Global

Pada tahun ini, sebanyak 261 lulusan Angkatan ke-58 resmi dilantik sebagai tenaga vokasi industri yang siap berkarya di berbagai sektor strategis.

Hingga saat ini, SMAKPA telah meluluskan 7.176 alumni yang tersebar di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, lembaga penelitian, instansi pemerintah, serta perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Capaian lulusan Angkatan ke-58 menjadi bukti bahwa SMAKPA tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia industri yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.