Dosen UMI Berdayakan Kader Desa Tellumpoccoe Lewat Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal
Hasriyani Latif July 16, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang didanai melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memberdayakan kader kesehatan Desa Tellumpoccoe melalui edukasi gizi berbasis pangan lokal. 

Kegiatan di Kantor Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini dihadiri kader kesehatan, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat, Kamis (16/7/2026).

Program pengabdian bertajuk 'Pemberdayaan Kader Desa Tellumpoccoe dalam Pemanfaatan Telur sebagai Pangan Lokal Bergizi Pendamping Suplementasi Kehamilan Berprotein Tinggi untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil dan Balita'.

Tim dipimpin Sitti Nurana sebagai ketua, bersama anggota drg Fadil Abdillah Arifin dan apt Sukmawati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan berbasis potensi pangan lokal.

Tim PkM berupaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan protein selama masa kehamilan. 

Telur dipilih sebagai salah satu pangan lokal karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta kaya akan protein, vitamin, dan mineral.

Ini berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.

Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya asupan protein selama kehamilan, manfaat telur sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi.

Ada juga materi strategi pemanfaatan pangan lokal sebagai pendamping suplementasi kehamilan, serta peran kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai gizi seimbang. 

Baca juga: 22 Mahasiswa Bersaing Jadi Duta Kampus Islami UMI 2026, Presentasi Pakai Bahasa Inggris

Kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif yang menjadi ruang berbagi pengalaman dan membahas berbagai tantangan dalam pendampingan ibu hamil di masyarakat.

Sitti Nurana mengatakan peningkatan status gizi masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan pangan.

Tetapi juga kemampuan masyarakat memanfaatkan sumber pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat. 

Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah diakses, ekonomis, dan memiliki nilai gizi yang sangat baik. 

"Kami berharap kader mampu menjadi agen perubahan yang dapat mendorong ibu hamil dan keluarga untuk lebih memanfaatkan pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari sehingga kesehatan ibu dan anak dapat terus ditingkatkan," kata Sitti, dalam keterangan tertulis ke Tribun-Timur.com.

Kepala Desa Tellumpoccoe, H Danial mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. 

Menurutnya, edukasi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan masalah gizi pada ibu hamil dan balita.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak,” katanya.

Kader kesehatan Desa Tellumpoccoe diharapkan semakin percaya diri dalam mendampingi ibu hamil dan keluarga untuk memanfaatkan pangan lokal bergizi. 

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan balita secara berkelanjutan.

Program ini juga menjadi wujud komitmen UMI dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. 

Ke depan, model pemberdayaan berbasis pangan lokal tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.