TRIBUNMANADO.CO.ID – Peristiwa pembakaran fasilitas PT Futai di Kota Bitung mendapat perhatian dari Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi.
Ia menilai kejadian tersebut tidak hanya dilihat dari aksi pembakaran yang terjadi, tetapi juga perlu menjadi bahan evaluasi terhadap persoalan yang sebelumnya muncul antara masyarakat dan perusahaan.
Saat dihubungi Tribun Manado, Kamis (16/7/2026) malam, Baso mengatakan peristiwa tersebut menjadi tanda bahwa ada persoalan yang dirasakan masyarakat dan diduga belum terselesaikan dalam waktu yang cukup lama.
"Peristiwa pembakaran di PT Futai merupakan sinyal bahwa persoalan yang dirasakan masyarakat diduga telah berlangsung cukup lama dan tidak menemukan penyelesaian yang memuaskan," katanya.
Namun, Baso menegaskan bahwa alasan apa pun tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan anarkis.
Menurutnya, pemerintah dan aparat penegak hukum harus hadir untuk mengurai persoalan secara menyeluruh.
Termasuk mengusut penyebab konflik serta memastikan setiap pihak yang melakukan pelanggaran hukum diproses sesuai aturan.
"Pemerintah dan aparat penegak hukum harus mengusut tuntas penyebab konflik, menindak pelaku pelanggaran hukum dari semua pihak," ujarnya.
Ia juga meminta penyelesaian persoalan lingkungan dan hak-hak masyarakat dilakukan secara transparan, adil, serta berkelanjutan.
Dengan begitu, kata Baso, kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
(TribunManado.co.id/Pet)