WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pemerintah memastikan telah menyiapkan skema penyelesaian utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, implementasi skema tersebut masih menunggu rampungnya proses administrasi pengalihan pengelolaan KCIC dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kepada Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah pada dasarnya sudah memiliki formulasi yang jelas untuk menyelesaikan persoalan utang perusahaan pengelola Kereta Cepat Whoosh tersebut.
Saat ini, yang masih ditunggu adalah penyelesaian proses administratif sebelum langkah eksekusinya dijalankan.
"Skemanya kita tunggu kapan dikasih (pengelolaan) ke saya, baru kita beresin. Tapi sudah clear bagaimana cara beresinnya," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (16/7).
Purbaya menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada Kementerian Keuangan untuk menuntaskan persoalan utang KCIC.
Karena itu, pemerintah kini fokus menyelesaikan tahapan pengalihan pengelolaan perusahaan tersebut sebelum skema yang telah disusun dapat diterapkan.
Menurut dia, keputusan mengenai perpindahan pengelolaan KCIC dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada prinsipnya telah ditetapkan.
Saat ini pemerintah hanya perlu menyelesaikan proses administrasi dan pelaporannya kepada Presiden.
"Keputusannya sudah ada. Tinggal administrasinya diselesaikan di Danantara, lalu dilaporkan kepada Presiden," ujarnya.
Meski Kementerian Keuangan akan mengambil alih penanganan persoalan utang KCIC, Purbaya menegaskan langkah tersebut tidak berarti pemerintah otomatis menggunakan dana APBN untuk menutup kewajiban perusahaan.
Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan skema khusus yang memungkinkan penyelesaian utang dilakukan melalui mekanisme lain di luar pembiayaan langsung dari kas negara.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang terkait potensi penggunaan APBN untuk menopang beban keuangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang selama ini menjadi salah satu proyek strategis nasional dengan nilai investasi besar.
Meski belum mengungkap rincian skema yang dimaksud, Purbaya memastikan pemerintah telah memiliki jalan keluar yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan finansial KCIC tanpa menimbulkan tekanan tambahan terhadap anggaran negara.
Langkah pemerintah mengambil alih penanganan utang KCIC menunjukkan upaya untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus menjaga stabilitas keuangan proyek Kereta Cepat Whoosh yang telah beroperasi sebagai moda transportasi penghubung Jakarta dan Bandung.
Pemerintah kini menunggu selesainya proses administrasi pengalihan pengelolaan dari Danantara sebelum Kementerian Keuangan secara resmi menjalankan skema penyelesaian utang yang telah disiapkan.