TRIBUNTRENDS.COM - Nama Sabiq, seorang bocah sekolah dasar (SD), mendadak menjadi perhatian publik setelah videonya yang mengomentari pidato Presiden Prabowo Subianto ramai beredar di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh sang ibu melalui akun @qanitachic dan dengan cepat menarik perhatian ribuan pengguna internet.
Dalam tayangan itu, Sabiq menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana seorang pemimpin semestinya berbicara saat tampil di hadapan masyarakat.
Kemunculan video tersebut berkaitan dengan pidato Prabowo yang sebelumnya sempat melontarkan pertanyaan kepada para menteri mengenai apakah seorang presiden boleh berbicara kasar.
Respons polos namun lugas dari Sabiq justru menuai apresiasi luas dari warganet karena dinilai mencerminkan cara pandang yang bijaksana.
Hingga viral, video tersebut telah disaksikan lebih dari 263 ribu kali dan dipenuhi komentar positif dari para pengguna media sosial.
Baca juga: SPPG Kembali Beroperasi, Prabowo Desak BGN Pangkas Penerima MBG: Yang Mampu Siap-siap Dicoret!
Dalam video yang beredar, Sabiq menegaskan bahwa seorang pemimpin tetap harus menjaga tutur kata meskipun dituntut bersikap tegas dalam menghadapi berbagai persoalan.
"Presiden nanya, presiden boleh ngomong kasar enggak? Ya enggak lah," ujarnya dalam video yang beredar.
Menurut Sabiq, ketegasan tidak harus diwujudkan melalui ucapan yang kasar atau menyakiti orang lain.
Ia berpandangan bahwa setiap perkataan yang diucapkan seseorang akan mencerminkan kepribadian dan sikapnya.
Apalagi, sosok yang berbicara adalah seorang pemimpin negara yang menjadi panutan bagi masyarakat luas.
Pandangan sederhana yang disampaikan bocah tersebut kemudian memicu diskusi di media sosial mengenai pentingnya etika berkomunikasi bagi seorang pemimpin.
Banyak warganet menganggap penyampaian Sabiq lugas, mudah dipahami, dan sarat pesan moral.
Tak sedikit pula yang memuji keberanian serta cara berpikir kritis bocah tersebut dalam menyampaikan pendapatnya.
Viralnya video ini akhirnya menjadikan Sabiq sebagai sorotan publik sekaligus memunculkan perbincangan mengenai pentingnya menjaga tutur kata dalam kepemimpinan.
"Setiap kata yang kita ucapkan itu mencerminkan karakter kita. Emang benar sih seorang pemimpin harus tegas menghadapi masalah, tetapi ketegasan seharusnya tidak harus ngomong kata kasar, apalagi di depan publik, depan rakyat," katanya.
Menurut bocah tersebut, seorang pemimpin yang baik tetap dapat menyampaikan kritik, peringatan, maupun kemarahan dengan bahasa yang tegas, jelas, dan bermartabat.
"Pemimpin yang baik itu seharusnya bisa menyampaikan kritik, peringatan atau kemarahan dengan omongan yang tegas, jelas dan juga bermartabat," ucapnya.
Ia juga mengaku belajar mengenai pentingnya memilih kata-kata yang baik saat berbicara di depan umum.
"Di public speaking, Sabiq belajar bahwa ucapan yang baik itu lebih mudah diterima jika disampaikan dengan bahasa yang baik," tuturnya.
Di akhir videonya, bocah tersebut mengingatkan bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar karena setiap perkataannya didengar oleh jutaan orang.
"Soal pemimpin, itu memiliki tanggung jawab yang besar karena setiap omongan yang dia ucapkan itu didengar oleh jutaan orang," katanya.
Video tersebut pun ramai diperbincangkan warganet dan memunculkan beragam tanggapan di media sosial.
Sebagian mengapresiasi cara penyampaiannya yang santun, sementara lainnya ikut mendiskusikan pentingnya etika berkomunikasi bagi seorang pemimpin di ruang publik.
Baca juga: Mahfud MD Curigai Barter di Kasus Febrie Adriansyah, Duga Prabowo Diakali: Dipojokkan Buat Keputusan
Momen ini terjadi ketika Prabowo membahas pertikaian yang terjadi akibat perbedaan pilihan politik karena menurutnya dalam setiap partai politik ada pihak-pihak yang punya sifat patriot maupun tidak.
"Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apapun latar belakang kita, apapun suku kita. Apapun latar belakang kita. Apapun partai kita. Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga," ujar Prabowo dalam pidatonya, Minggu siang.
Pernyataan Prabowo itu lantas disambut dengan sorakan dari para peserta acara.
Setelah diam beberapa saat, Prabowo lalu berbicara ke arah Abdul Mu'ti mengenai pernyatannya yang baru saja ia sampaikan.
"Presiden boleh ngomong bajingan enggak? Boleh? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan," kata Prabowo.
Abdul Mu'ti sempat tersorot berdiri dari tempat duduknya dan melempar senyum ke arah Prabowo.
Prabowo lalu mengeklaim bahwa kata 'bajingan' yang ia ucapkan bukanlah kata kasar, melainkan kata dalam bahasa Betawi.
Ia mengatakan, ketika bersemangat, ia sering mengucapkan kata-kata dalam bahasa Betawi.
"Boleh enggak? Ini kan tidak termasuk kasar. Bajingan ya bajingan. Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi ya. Saya lahir Betawi, jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar. Sorry ye. Ini hari jadi koperasi atau sudah mulai kampanye ini," kata Prabowo disambut tawa
(TribunTrends/TribunJakarta)