TRIBUNSELAYAR.COM, PASIMASUNGGU - Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mengerahkan 35 personel membantu proses pencarian korban Kapal Motor Layar (KLM) Nurul Salsa, Jumat (17/7/2026).
Mereka akan bergabung tim Basarnas, TNI Angkatan Laut (AL).
"Tadi pagi 35 personel Polres diberangkatkan ke lokasi kapal tenggelam KLM Nurul Salsa," ujar Humas Polres Kepulauan Selayar, Aiptu Suardi Alimuddin.
Pencarian sempat dihentikan pada Kamis (16/7/2026) akibat cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang.
"Pagi ini kembali dilakukan pencarian di sebelah tenggara Pulau Polassi dan sekitar Pulau Kane-Kane," katanya.
Baca juga: Tragedi KLM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Kemenhub Didesak Audit Keselamatan Pelayaran
Sebanyak 27 orang belum ditemukan sehingga tim gabungan terus memperluas area pencarian.
Kronologi Kejadian
KLM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, menuju Pelabuhan Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, sekitar pukul 06.00 Wita pada Rabu (15/7/2026).
Pada awal pelayaran, kapal beroperasi normal. Namun sekitar lima jam kemudian, cuaca memburuk dan mesin kapal mengalami gangguan hingga akhirnya mati total.
Penumpang bersama anak buah kapal (ABK) sempat mengirimkan permintaan pertolongan.
Namun upaya evakuasi tidak dapat segera dilakukan karena kondisi laut sangat buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang.
Menjelang tengah malam, kapal akhirnya tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.
Tim Basarnas yang melakukan pencarian sejak dini hari berhasil menemukan sejumlah penumpang yang masih bertahan di sekitar lokasi kapal tenggelam.
Sementara itu, pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung.
Pulau Jampea merupakan salah satu pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Selayar setelah Pulau Selayar.
Pulau yang berada di bagian selatan wilayah kabupaten tersebut dapat ditempuh sekitar 10 hingga 11 jam perjalanan laut dari Benteng dan dikenal sebagai daerah penghasil kopra serta sentra peternakan sapi.
Berikut ini rincian nama penumpang yang hilang, selamat, dan meninggal.
Korban selamat (33 orang):
Fildayanti (21),
Abraf (3),
Abrar (5),
Marliana (31),
Wirda (38),
Ismail (36),
Sofyan (48),
Ratang (38),
Andi Ratih (46),
Asfandi (36),
Wail/Nail (17),
Basriadi (45),
Dahlia (27),
Safutra (2),
Igo (27),
Nur Aeda (50),
Halmiati (37),
H. Bahri (70),
Andi Sahril (40),
Agung Akbar (15),
Farhan Ihwani (15),
Rosmaeni (59),
Nail (12),
Alfati (8),
Jinar (20),
Imel Aulia (19),
Nur Aisyah (20),
Elianti Nur (19),
Tasmar (49),
Jumrahwati (41),
Nirdawati (36),
Muh Akip (25), dan
Akil Akbar (20).
ABK selamat (7 orang):
Arjun (20),
Zikri (19),
Masran (30),
Irfandi (22),
Saldianto (25),
Dani (35), dan
Marling (36) yang disebut sebagai juragan kapal.
Korban meninggal (1 orang):
Salmawati.
Korban dievakuasi ke Polassi (6 orang):
Junaedi,
Muhammad Askar,
Salla,
Anhar,
Nasma, dan
Riswan.
Korban masih dicari berdasarkan manifes (17 orang):
Cia,
Bau Intang,
Sahrul Amin,
Madang,
Januari,
Maridaeng,
Umar,
Naura,
Nurhayati,
Asseng,
Malida,
Hasbi,
Hasnani,
Isa,
Naila,
Jusriawati, dan
Arfandi.
Daftar sementara korban dalam pencarian yang belum masuk manifes (10 orang):
Jaenuddin,
Nurmiati,
Jasmal,
Diska,
Musliana,
Sitti Amang,
Andi Sama,
Hasliana,
Hasriati, dan
Sri Hardati.(*)