Tragedi CR-V Tol Malang-Pandaan Pisahkan Balita Kembar: Satu Tewas Bersama Ibu, Satu Berjuang di RS
Sarah Elnyora Rumaropen July 17, 2026 10:35 AM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tragedi memilukan melanda rombongan keluarga asal Surabaya setelah mobil Honda CR-V yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut di Tol Malang-Pandaan KM 72 pada Rabu (15/7/2026) malam. 

Insiden mengerikan yang diduga dipicu akibat sopir mengantuk ini menyisakan kisah pilu yang memisahkan sepasang balita kembar berusia dua tahun secara tragis.

Dalam peristiwa tersebut, salah satu balita berinisial WPP tewas seketika di lokasi kejadian bersama sang ibu, sementara saudara kembarnya kini harus berjuang bertahan hidup di rumah sakit akibat luka berat. 

Salah seorang anggota keluarga Kautsar Ramadhani (35) membenarkan kelima korban meninggal dunia merupakan satu keluarga besar.

Menurut cerita Ramadhani, kendaraan mereka tergabung dalam satu rangkaian rombongan wisata yang melibatkan tiga kendaraan, terdiri dari dua mobil jenis SUV dan satu mobil jenis sedan. 

Ramadhani mengaku sama sekali tidak merasakan firasat buruk sebelum keberangkatan rombongan pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Enggak ada firasat sama sekali. Saat berangkat ya masih ngobrol, masih bercanda, guyon. Kami sebagai keluarga juga kaget enggak punya firasat gitu. Enggak nyangka gitu," ungkap Ramadhani saat ditemui di rumah duka Jalan Nyamplungan Kuburan, Ampel, Semampir, Surabaya, Kamis, (16/7/2026).

Total Rombongan Wisata 15 Orang

Menurutnya, rencana berlibur ke Kota Batu bersama keluarga besar kali ini bukan agenda rutin berkala.

Kegiatan ini spontan diadakan karena beberapa anggota keluarga ingin memanfaatkan kesempatan di waktu liburan yang masih ada untuk pergi ke Kota Batu.

Ramadhani dan sang suami memilih tidak ikut karena masih memiliki aktivitas yang tidak dapat ditinggal, namun ia tak menyangka liburan beranggotakan sekitar 15 orang tersebut berakhir duka.

"Iya masih guyonan. Keluarga besar. Mau rekreasi. Jumlah orang iya kurang lebih segitu (15 orang). Enggak (agenda rutin berkala). Kan mumpung ini masih ada waktu liburan," katanya.

Balita Kembar Terpisah Maut

Mengenai kondisi para korban, Ramadhani mengungkapkan dari lima korban tewas, empat orang di antaranya meninggal dunia di dalam mobil yang ringsek akibat benturan keras.

Sedangkan satu orang korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi petugas ke rumah sakit terdekat.

Di sisi lain, terdapat empat orang penumpang lainnya yang dikabarkan mengalami luka berat.

Baca juga: Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman 3 Korban Tol Malang-Pandaan: Sosok M Ishak Terdepan Bantu Warga

Sebuah fakta pilu juga diungkapkan oleh Ramadhani, di mana korban balita berusia 2 tahun yang meninggal dunia ternyata memiliki kembaran yang kini sedang berjuang di rumah sakit.

"WPP yang meninggal dunia ini, merupakan saudara kembar dari korban yang masih dirawat WPC, anaknya Mbak HH (korban meninggal dunia)," jelasnya.

"Iya harapannya semoga para jenazah itu diterima amal baiknya, diterima segala amalnya, diampuni segala dosa-dosanya. Soalnya saya saksi orang mereka itu orang baik," tutupnya.

Daftar Korban Kecelakaan

Kecelakaan maut di ruas Tol Malang-Pandaan ini melibatkan total 9 orang penumpang di dalam mobil Honda CR-V tersebut.

Berikut adalah data lengkap identitas para korban meninggal dunia dan korban luka:

- Lima Korban Meninggal Dunia:

1. M Ishak (37) - Sopir mobil

2. Mufarohah - Istri M Ishak

3. Hanifah (39) - Kakak kandung M Ishak

4. Hindun (38) - Kakak kandung M Ishak

5. WPP (2) - Anak balita perempuan, anak kandung Hanifah

- Empat Korban Terluka (Dirawat di RSUD Bangil dan RS Mitra Sehat Medika Pandaan):

1. Qoriatul Jannah (8) - Anak kandung Hanifah

2. Umroatul Hasanah (19) - Keponakan Hanifah dan Hindun

3. Wahyuni Putri Cahaya/WPC (2) - Anak kandung Hanifah

4. Zahra (12) - Anak kandung Hindun

Kronologi Kecelakaan Maut Versi Keluarga

Pihak keluarga mengungkap gambaran awal kronologi kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. . 

Sepupu korban, Mulyadi, memperoleh cerita ini langsung dari pria berinisial RI, salah satu tetangga yang bertindak sebagai sopir mobil lain dalam rangkaian rombongan keluarga besar tersebut. 

Sejak awal, RI memang diminta membantu mengemudikan salah satu kendaraan untuk berwisata ke sebuah destinasi keluarga di kawasan Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu.

Saat perjalanan pulang menuju ke Kota Surabaya, posisi kendaraan yang dikemudikan RI berada tepat di belakang mobil Honda CR-V bernopol L-1720-CAY yang dikendarai oleh korban MI (37). 

Di jalur bebas hambatan itu, mobil CR-V tersebut sedang melaju konstan dengan kecepatan sekitar 100 Km/jam. Namun, setibanya di KM 72, laju mobil yang dikemudikan MI mulai tampak aneh.

Mulyadi melanjutkan, laju mobil Honda CR-V tersebut secara berangsur-angsur berkurang kecepatannya, tetapi mulai berjalan oleng ke lajur sisi kiri.

Baca juga: Daftar Korban Laka Tol Malang-Pandaan: 9 Penumpang Didominasi Anak-anak, 5 Jenazah Tiba di Surabaya

Melihat manuver janggal tersebut, RI bergegas memencet klakson berkali-kali dengan maksud menyadarkan sopir, barang kali dalam kondisi mengantuk.

Sayangnya, upaya peringatan dari RI tidak mengubah keadaan.

Laju mobil Honda CR-V justru makin tak terkendali hingga akhirnya menghantam keras bodi sisi belakang truk bak terbuka yang tengah berhenti di bahu jalan.

"Dari mobil yang di belakang, awalnya kecepatan 100 Km/jam, turun, turun, turun, turun, terus dia itu jalan ke kiri. Sama yang di belakang itu diklakson. Yang belakang itu rombongan. Akhirnya nyantap (truk)," ujar Mulyadi ditemui di rumah duka kawasan Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada Kamis (16/7/2026) dini hari.

Melalui penuturan saksi mata itu, Mulyadi menduga kuat kecelakaan dipicu lantaran sopir mobil Honda CR-V dalam keadaan mengantuk saat mengemudi.

Kendati demikian, Mulyadi tetap memasrahkan penuh proses penyelidikan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Kurang lebihnya mengantuk. Dari ngurangi kecepatan itu sampai dia, bentur. Ke kirinya itu sama yang di belakang sudah diingetin. Ini kok gas tambah turun terus dia jalannya kok tambah miring. Tadi di klakson dari belakang," pungkasnya.

Kronologi Kecelakaan Versi Polisi

Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan peristiwa memilukan tersebut persisnya terjadi di wilayah Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh pengemudi Honda CR-V yang kehilangan konsentrasi saat melaju dari arah Malang menuju Surabaya.

“Diduga pengemudi kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi,” kata Iptu Joko Suseno saat memberikan keterangan pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan hilangnya konsentrasi tersebut diperkuat dengan alur laju kendaraan sebelum benturan.

Kendaraan Honda CR-V bernomor polisi L-1720-CAY yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya itu sempat bergerak tidak terkendali ke arah kiri.

“Sesaat sebelum kecelakaan, kendaraan bergerak ke kiri hingga menyerempet guardrail, lalu menghantam bagian belakang kanan truk,” urai Iptu Joko.

Baca juga: Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut Tol Malang-Pandaan Tewaskan 5 Orang: Rombongan Wisata Kota Batu

Benturan yang sangat keras menyebabkan bagian depan hingga atap mobil Honda CR-V ringsek parah.

Sementara itu, truk Mitsubishi Fuso mengalami kerusakan pada bagian slebor belakang kanan, bumper belakang, serta bagian bak kendaraan.

Iptu Joko Suseno menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara di lapangan, faktor kelalaian manusia diduga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan ini.

Sebaliknya, petugas tidak menemukan adanya kendala teknis ataupun pengaruh lingkungan sekitar saat kejadian.

Faktor kondisi kendaraan, cuaca, jalan, maupun faktor alam lainnya dipastikan tidak menjadi pemicu insiden.

“Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Pasuruan,” ungkap Iptu Joko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.