PROHABA.CO, PIDIE JAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menggelar penyuluhan kesehatan melalui program Santri Bebas Skabies (SABASAK) di Dayah Babul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI), Gampong Meugit Sagoe, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (16/7/2026).
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies atau kudis, penyakit kulit menular yang masih kerap ditemukan di lingkungan asrama dan pesantren akibat tingginya interaksi antarpenghuni.
Kegiatan yang diikuti santri tingkat SMP dan SMK Dayah BUDI itu berlangsung interaktif.
Para peserta tampak antusias mengikuti penyuluhan, mulai dari mendengarkan materi hingga aktif mengajukan pertanyaan seputar gejala, cara penularan, pengobatan, serta langkah-langkah pencegahan skabies dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: USK Cetak Sejarah Baru, Rektor Lantik 3 Perempuan dari 12 Dekan, Seorang Direktur PPs
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter USK, Sarah Nabila, mengatakan skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei.
Menurutnya, penyakit tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebar dengan mudah, terutama apabila kebersihan diri dan lingkungan kurang diperhatikan.
"Skabies sebagai penyakit tidak boleh dianggap sepele.
Penularannya sangat mudah terjadi apabila kebersihan diri dan lingkungan kurang diperhatikan," ujar Sarah.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN mengajak para santri membiasakan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit.
Beberapa upaya yang disampaikan antara lain menjaga kebersihan diri, rutin mencuci pakaian dan perlengkapan tidur, tidak saling meminjam handuk maupun pakaian, serta menjaga kebersihan kamar dan lingkungan asrama.
Baca juga: Motif Menantu Bakar Rumah Mertua di Pidie Terungkap, Dipicu Emosi karena Uang Simpanan Ludes
Selain memberikan materi, mahasiswa juga membuka sesi diskusi sehingga santri dapat berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kulit yang sering mereka alami.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran santri untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ketua Kelompok KKN USK di Gampong Meugit Sagoe, M. Daffa Alhafiz, mengatakan program SABASAK merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para santri untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan dayah.
Daffa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama Pimpinan Dayah Babul Ulum Diniyah Islamiyah, Waled Muhammad, yang telah memberikan kesempatan dan dukungan selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Dayah Babul Ulum Diniyah Islamiyah, Keuchik Gampong Meugit Sagoe, para dewan guru, ustaz, serta masyarakat yang telah menerima dan mendukung kehadiran kami selama pelaksanaan KKN.
Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Daffa.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Gubernur Aceh Hadiri Penutupan KKN Mahasiswa UGM di Pulo Aceh
Baca juga: Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026, Danrem 011/Lilawangsa Jagokan Messi Cs Pertahankan Gelar
Baca juga: 10 Pernikahan Dini Terjadi di Aceh Timur, Pasangan Belia Menikah Lewat Dispensasi Pengadilan