Bacaan Injil Katolik Sabtu 18 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan July 17, 2026 10:58 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Sabtu 18 Juli 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XV tahun A.

Hari Biasa pekan XV tahun A dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Sabtu: Mi 2:1-5; Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14; Mat 12:14-21 dan BcO Ayb 7:1-21.

Baca juga: Teks Misa Minggu 19 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama: Mi 2:1-5

Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini, dan kamu tidak dapat menghindarkan lehermu dari padanya; kamu tidak dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan.

Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kamu dan akan memperdengarkan suatu ratapan dan akan berkata: "Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tidak ada orang yang mengembalikannya, ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita."

Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah TUHAN.

Mazmur Tanggapan:  Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14

Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.

Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.

Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.

Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;

Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Mat 12:14-21

P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan.

P: Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.

Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

Pada peringatan Santa Odilia, seorang santa pelindung bagi mereka yang menderita kebutaan, kita merenungkan kisah dalam Injil Matius 12:14-21. Di tengah penolakan dan rencana jahat terhadap Yesus, Ia tetap menunjukkan belas kasihan dan menyembuhkan banyak orang. Nubuat tentang Hamba Tuhan yang tidak mematahkan buluh yang patah dan tidak memadamkan sumbu yang pudar menggambarkan kelembutan dan harapan yang terus terpancar dari diri Kristus, bahkan dalam kegelapan.

Kisah Santa Odilia, yang menurut tradisi dilahirkan buta dan kemudian menerima penglihatannya melalui baptisan, menjadi simbol harapan dan terang di tengah kegelapan. Pengalamannya mengingatkan kita bahwa penglihatan sejati tidak hanya terbatas pada mata fisik, tetapi juga pada mata hati yang mampu melihat kasih dan kebaikan Allah di tengah kesulitan. Seperti Yesus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Santa Odilia, setelah menerima karunia penglihatan, mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan sesama.

Peringatan Santa Odilia mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita melihat dunia di sekitar kita. Apakah kita terpaku pada kegelapan dan kesulitan, ataukah kita berusaha melihat dengan mata hati, mencari jejak kasih dan harapan seperti yang diteladankan Kristus? Kiranya teladan Santa Odilia menginspirasi kita untuk menjadi pembawa terang dan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kegelapan dalam hidup mereka.

Ya Allah, sumber segala terang, melalui teladan Santa Odilia, bukalah mata hati kami agar kami mampu melihat kasih dan harapan-Mu di tengah segala situasi, serta mampukanlah kami menjadi pembawa terang dan harapan bagi sesama. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.