SURYA.co.id, PONOROGO – Rasa penasaran seorang remaja di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berujung kepanikan.
Adalah IMS (17) yang terpaksa mendatangi kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah borgol yang dipakainya saat bermain mengunci tangannya dan tak bisa dilepas karena kuncinya hilang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam.
Petugas Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo pun turun tangan membebaskan tangan IMS dengan memotong borgol menggunakan gerinda.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, membenarkan adanya permohonan bantuan tersebut.
"Iya tadi malam ada orang datang dengan tangan terborgol," ungkap Bambang kepada SURYA.co.id, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Pemindahan Jenazah Pria Obesitas 200 Kg di Banyuwangi, Tim Damkar Gunakan Alat Khusus
Berdasarkan pengakuan IMS, lanjut Bambang, borgol tersebut ditemukan di lingkungan sekolah.
Karena mengira benda itu hanya mainan, IMS pun membawanya pulang.
Di rumah, borgol itu kemudian digunakan untuk bermain bersama teman-temannya.
Namun, mereka baru menyadari borgol tersebut tidak memiliki kunci.
"Menurut cerita IMS, di sekolah menemukan borgol itu. Kemudian dibawa pulang kelihatannya dibuat mainan, ternyata kuncinya tidak ada," ujarnya.
Saat borgol dipasang di tangan IMS, alat tersebut langsung mengunci dan tidak bisa dibuka kembali.
Upaya melepas borgol secara mandiri tidak membuahkan hasil.
IMS bersama teman-temannya akhirnya memutuskan meminta bantuan petugas Damkar.
"Setelah dipakai baru IMS dan teman-temannya panik. Karena untuk melepas borgol harus pakai kunci. Akhirnya datang ke damkar untuk melepas itu," katanya.
Bambang menjelaskan proses pelepasan borgol berlangsung relatif cepat. Petugas hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membebaskan tangannya.
"Untuk melepas sebenarnya tidak terlalu lama. Sekitar 15 menit. Cara melepas? Kita potong pakai gerinda," papar Bambang saat dikonfirmasi SURYA.co.id.
Menurutnya, kondisi borgol saat itu masih cukup longgar sehingga tidak melukai tangan korban.
"Borgol terpasang di tangan. Kondisi borgol masih longgar, tidak sampai ke kulit," jelasnya.
IMS datang ke kantor Damkar ditemani teman-temannya.
Sebelum meminta bantuan, mereka sempat berupaya membuka borgol sendiri, tetapi gagal karena tidak memiliki kunci.
"Korban diantar teman mainnya. Karena dia sudah remaja. Berusaha melepas tapi nggak bisa karena nggak ada kuncinya itu tadi," paparnya.
Bagi petugas Damkar Ponorogo, kejadian ini menjadi pengalaman yang tidak biasa. Selama ini, permintaan bantuan yang paling sering diterima berkaitan dengan cincin yang tersangkut di jari.
"Untuk melepas borgol baru kali ini. Biasanya hanya cincin," pungkas Bambang.