BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Laga sakit hati pasca kekalahan yang diderita antara Prancis dan Inggris akan tersaji, dalam perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026, Jumat (17/7/2026).
Laga yang akan dijadwalkan pada Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 wib di Stadion Hard Rock Miami, menjadi laga penuh drama usai kedua tim harus mengubur mimpinya untuk berlaga di partai final.
Diketahui sebelumnya untuk agresivitas Prancis di laga semi final berhasil diredam, serta ditumbangkan oleh Spanyol dengan skor 2-0.
Namun melawan Inggris di laga terakhir, bintang utama Kylian Mbappe diprediksi tetap tampil ngotot demi mengejar trofi Golden Boot atau top skor.
Sedangkan untuk langkah Inggris, dihentikan oleh juara bertahan Argentina lewat laga dramatis yang berakhir 2-1.
Skuad asuhan Thomas Tuchel harus memulihkan mental dengan cepat setelah keunggulan mereka lewat gol Anthony Gordon di semifinal sirna akibat comeback telat Argentina.
Baca juga: Kejurprov PBSI Bangka Belitung 2026 Berhadiah Total Rp100 Juta, Johan Daniel: Junjung Sportivitas
Ketua PSSI Provinsi Bangka Belitung Mintra Jaya dalam Podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal pun menilai, Prancis lebih diunggulkan dibandingkan Inggris.
"Jadi kalau dari segi kualitas pemain Prancis lebih unggul, dari belakang sampai ke depan merata. Tapi kalau Inggris sangat kelihatan kalau belakangnya cukup rapuh, memang depannya lumayan tajam," ujar Bachtiar Hamid.
Jelang melawan Prancis, Bachtiar Hamid juga menyoroti taktik Thomas Tuchel khususnya pasca unggul terlebih dahulu saat melawan Argentina.
Setidaknya terdapat tiga pergantian yang berujung anti klimak bagi Inggris, di antaranya Anthony Gordon (Menit ke-72) digantikan oleh Ezri Konsa untuk mengubah formasi menjadi lima bek.
Reece James (Menit ke-82) digantikan oleh bek senior Dan Burn, serta Declan Rice gelandang yang tampil apik justru digantikan oleh gelandang muda Nico O'Reilly.
"Penyakitnya Inggris dari babak grup sampai penyisihan, memang di menit-menit terakhir. Melawan Argentina tidak seharusnya mereka bertahan, gelandang serang diganti pemain belakang," bebernya.
Baca juga: Rekor Tertinggi Harga TBS Sawit, Tembus Rp3.610 per Kg di Belitung, PKS di Bangka Diminta Menyusul
Alhasil pasca permainan bertahan yang diperagakan Inggris, justru Lionel Messi mampu leluasa menguasai lini tengah dan mengirimkan dua assist yang membuat langkah Inggris terhenti.
"Ketika mereka bermain bertahan saya udah bersorak dalam hati, ternyata memang terbukti melalui dua assist Messi. Jadi mereka terlalu percaya diri dengan kemenangan 1-0, bisa mempertahankannya sampai akhir," jelasnya.
Dengan permainan pragmatis yang ditunjukan The Tree Lions, Mintra Jaya pun memprediksi Prancis mampu kembali mengkandaskan Inggris di perebutan tempat ketiga.
"Saya lebih menjagokan Prancis ya, skornya bisa diangka 3-1 atau 3-2. Cuma nanti lihat pola permainannya kalau terbuka, Mbappe akan membuat gol saya rasa," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)