Banyuasin Alami Kemacetan Parah, Bupati Askolani Minta Hutama Karya Buka Sementara Tol Kapal-Betung
Odi Aria July 17, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN– Kemacetan panjang yang terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, tepatnya di KM 17 Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mengambil langkah cepat.

Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengirimkan surat resmi kepada PT Hutama Karya dan PT Waskita Karya agar dapat membuka akses Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal-Betung) secara situasional.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya pekerjaan pengecoran badan jalan di ruas Jalintim Palembang-Betung oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.

Surat dinas yang ditandatangani langsung oleh Bupati Banyuasin tersebut bernomor 500.1.11/2192/DISHUB/VII/2026.

Baca juga: Breaking News: Macet Parah di Jalintim Banyuasin Makan Korban, Siswa SD Tewas Kecelakaan di Sembawa

Dalam surat itu, Pemkab Banyuasin meminta agar kendaraan pribadi dapat melintasi jalur Tol Musi Landas menuju Pangkalan Balai maupun sebaliknya dari Pulau Rimau menuju Palembang.

Rencana pembukaan jalur tol secara situasional tersebut diusulkan mulai 16 Juli 2026 hingga 3 Agustus 2026 guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan, pengaturan kendaraan yang melintas nantinya dilakukan secara situasional oleh petugas lapangan dari Satuan Lalu Lintas Polres Banyuasin bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin.

MACET PARAH- Kemacetan panjang terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Banyuasin akibat proyek pengecoran jalan nasional di KM 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kamis (16/7/2026). Satlantas Polres Banyuasin menjelaskan kemacetan disebabkan adanya pekerjaan pengecoran jalan yang mengharuskan petugas memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
MACET PARAH- Kemacetan panjang terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Banyuasin akibat proyek pengecoran jalan nasional di KM 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kamis (16/7/2026). Satlantas Polres Banyuasin menjelaskan kemacetan disebabkan adanya pekerjaan pengecoran jalan yang mengharuskan petugas memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas. (Kolase)

Bupati Banyuasin Dr H Askolani membenarkan bahwa surat permohonan tersebut telah dikirimkan kepada PT Hutama Karya dan PT Waskita Karya sebagai pihak yang memiliki kewenangan terkait pengoperasian Tol Kapal-Betung.

"Saya berharap kepada kedua BUMN yang memiliki kewenangan untuk membuka Tol Kapal-Betung, bisa membuka tol secara situasional agar kemacetan yang saat ini terjadi bisa terurai," ujar Askolani, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pembukaan tol sementara dari arah Pulau Rimau maupun Musi Landas dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan kendaraan di Jalintim Palembang-Betung.

Dengan adanya akses alternatif tersebut, kendaraan pribadi dapat dialihkan sehingga volume kendaraan yang melintas di jalur utama dapat berkurang.

"Membuka Tol Kapal-Betung secara situasional dari Pulau Rimau maupun dari Musi Landas dianggap perlu untuk mengurangi kemacetan yang terjadi saat ini," katanya.

Askolani berharap permintaan Pemkab Banyuasin dapat segera mendapat respons dari pihak terkait. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir kemacetan di Jalintim Palembang-Betung semakin parah akibat adanya pekerjaan pengecoran jalan.

"Kami berharap permintaan kami ini bisa diakomodir pihak yang berwenang. Karena melihat beberapa hari ini Jalintim Palembang-Betung terus macet, dengan Tol Kapal-Betung yang dibuka secara situasional bisa sedikit mengurai kemacetan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.