Baru 6 Bulan, Investasi Batang Tembus 86 Persen Target Tahunan, KEK dan BIP Jadi Penopang Optimisme
muslimah July 17, 2026 01:11 PM

Baru 6 Bulan, Investasi Batang Sudah Tembus 86 Persen Target Tahunan, KEK dan BIP Jadi Penopang Optimisme


TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Kabupaten Batang semakin dekat dengan pencapaian target investasi tahun 2026. Baru memasuki semester pertama, realisasi investasi sudah mencapai Rp 6,19 triliun atau sekitar 86 persen dari target dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebesar Rp 7,2 triliun. 

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Batang berpeluang kembali mencatatkan rekor investasi hingga akhir tahun.

Data sementara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang menunjukkan, pada Triwulan II 2026 nilai investasi mencapai Rp2.316.314.589.523. 

Tambahan tersebut melengkapi capaian Triwulan I sebesar Rp3,88 triliun yang sebelumnya menempatkan Batang di posisi teratas realisasi investasi se-Jawa Tengah.

Dengan demikian, total investasi yang masuk sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai Rp6.198.509.163.391. 

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, investasi pada Triwulan II juga membuka 5.396 lapangan pekerjaan baru.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Batang, Sri Cahyaningrum, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Batang yang terus membaik.

Menurutnya, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Batang Industrial Park (BIP) menjadi daya tarik utama bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita memiliki KEK dan Batang Industrial Park yang dirancang menjadi magnet investasi. Jika seluruh potensi investasi yang sudah masuk dalam pipeline dapat terealisasi, pertumbuhan ekonomi Batang akan meningkat secara signifikan," kata Sri Cahyaningrum kepada Tribunjateng, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, investasi pada Triwulan II masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai mencapai Rp1,84 triliun. 

Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) turut memberikan kontribusi sebesar Rp461,56 miliar.

Sri optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun. 

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan investasi, mulai dari penyederhanaan perizinan, koordinasi lintas sektor, hingga percepatan penyediaan infrastruktur pendukung.

Di sisi lain, Pemkab Batang juga tengah menyiapkan Peraturan Bupati sebagai petunjuk pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah. 

Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya saing Batang dalam menarik investasi baru.

Sri menambahkan, keberhasilan menjaga iklim investasi tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Batang, Polres Batang, Kodim 0736/Batang, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga masyarakat sekitar kawasan industri. 

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting yang membuat Batang tetap menjadi salah satu tujuan investasi paling menjanjikan di Jawa Tengah.

Dengan capaian Rp 6,19 triliun dalam enam bulan pertama, Batang kini hanya membutuhkan sekitar Rp1 triliun lagi untuk memenuhi target RKPD sebesar Rp 7,2 triliun. 

Bahkan, apabila tren investasi tetap terjaga pada semester kedua, target dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BKPM sebesar Rp 8,1 triliun pun dinilai realistis untuk dicapai.

"Kami sangat optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai bahkan terlampaui. Dukungan kebijakan pemerintah daerah, kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, serta kondisi wilayah yang kondusif menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan investor," tutupnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.