Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Argentina Rajanya Bikin Jantungan, Spanyol Wajib Fokus Menit Akhir
Muhammad Nursina Rasyidin July 17, 2026 01:57 PM

TRIBUNNEWS.COM – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina diprediksi akan menjadi pertarungan dua tim terbaik dunia dengan karakter permainan yang sangat berbeda.

Duel Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2027) pukul 02.00 WIB.

Spanyol datang sebagai favorit juara berkat performa yang lebih konsisten sepanjang turnamen.

Namun, Argentina memiliki senjata yang tak dimiliki tim lain, yakni kemampuan luar biasa membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.

Berdasarkan analisis statistik hingga jelang final, Spanyol memang unggul dalam hampir semua aspek permainan.

Direktur kelompok riset NetSI Sport di Northeastern University, Brennan Klein, menilai La Roja tampil sebagai tim paling komplet sepanjang Piala Dunia 2026.

Menurutnya, Spanyol belum pernah berada dalam posisi tertinggal di satu pertandingan pun selama turnamen berlangsung.

Selain itu, tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sebelum mencapai partai final dan mampu menyingkirkan Prancis, salah satu tim unggulan, dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di semifinal.

KONVOI - Seribuan fans Argentina melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan utama di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (8/7/2026) dini hari. Mereka merayakan kemenangan dramatis Lionel Messi dan kawan-kawan atas Mesir 3-2 dalam pertandingan perdelapan final Piala Dunia 2026.
KONVOI - Seribuan fans Argentina melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan utama di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (8/7/2026) dini hari. Mereka merayakan kemenangan dramatis Lionel Messi dan kawan-kawan atas Mesir 3-2 dalam pertandingan perdelapan final Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/Tribun Manado/Arthur_Rompis)

"Berdasarkan metrik yang ada, Spanyol adalah tim dengan performa lebih tinggi," ujar Brennan Klein, dikutip dari Northeastern.

"Mereka belum pernah tertinggal dalam pertandingan apa pun, hanya kebobolan satu gol, dan dengan mudah mengalahkan Prancis di semifinal."

"Dari segi permainan tim dan kehebatan taktik, saya tidak melihat alasan mengapa Spanyol tidak memenangkan pertandingan ini," tambahnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta dan Pembina Ormawa Esports UNS, Putri Indah Nazareta.

Ia menilai Spanyol layak difavoritkan karena memiliki perkembangan yang sangat stabil dalam beberapa tahun terakhir.

"Jika melihat perkembangan beberapa tahun terakhir, Spanyol, Prancis, Inggris, Brasil, dan Jerman tetap berada dalam kelompok negara yang memiliki peluang kompetitif untuk melangkah jauh di turnamen," kata Putri Indah Nazareta kepada Tribunnews.

Baca juga: Prediksi Marc Marquez Terbukti Akurat, Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026

Prediksi Putri Indah Nazareta juga sejalan dengan simulasi superkomputer Opta.

Dalam perhitungan probabilitas yang dilakukan menjelang partai puncak, Spanyol memiliki peluang juara sebesar 56 persen, sedangkan Argentina berada di angka 44 persen.

Statistik tersebut memperlihatkan bahwa La Roja lebih difavoritkan mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.

Rapor empat pertemuan terakhir kedua tim juga menggambarkan Spanyol lebih mendominasi, dengan La Roja meraih tiga kemenangan dan sekali dalam yang semuanya terjadi di laga uji coba.

Argentina Punya Senjata Mematikan di Menit Akhir

Meski demikian, Argentina memiliki karakter yang membuat mereka sangat berbahaya hingga peluit panjang berbunyi.

Tim asuhan Lionel Scaloni berkali-kali menunjukkan mental juara dengan mencetak gol-gol krusial pada fase akhir pertandingan.

Data NetSI Sport menunjukkan 12 dari total 19 gol Argentina di Piala Dunia 2026 tercipta setelah menit ke-75.

Catatan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tim semifinalis lainnya.

Comeback dramatis atas Inggris menjadi contoh terbaru.

Argentina sempat tertinggal hingga menit ke-85 sebelum akhirnya Enzo Fernandez menyamakan skor dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan pada masa injury time.

Sebelumnya, Albiceleste juga mencetak gol-gol penentu pada menit-menit akhir saat menghadapi Mesir dan Swiss di fase gugur.

Fenomena itu membuat Brennan Klein menyebut Argentina memiliki aura yang sulit dijelaskan secara statistik.

"Ada semacam keniscayaan mistis tentang kemenangan Argentina dalam 10 menit terakhir," ujar Klein.

Sebaliknya, Spanyol justru tidak terlalu bergantung pada gol-gol telat.

Sepanjang turnamen, La Roja hanya mencetak tiga gol setelah menit ke-75, menandakan mereka lebih sering menyelesaikan pertandingan sejak awal dengan mendominasi permainan.

Duel Dua Filosofi Berbeda

Final nanti diperkirakan menjadi benturan dua filosofi yang kontras.

Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola, organisasi permainan, dan efektivitas taktik sejak awal laga.

Sementara Argentina lebih mengandalkan pengalaman, mental juara, serta kemampuan mengubah jalannya pertandingan pada saat-saat paling menentukan.

Jika Spanyol gagal mengunci pertandingan lebih cepat, mereka wajib mewaspadai kebiasaan Argentina yang berkali-kali menciptakan drama pada menit-menit akhir.

Dengan Lionel Messi yang masih menjadi motor serangan Albiceleste dan Spanyol datang sebagai tim paling konsisten sepanjang turnamen, final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.