Penampakan Warung Lontong Sayur di Pati yang Dikenai Pajak Rp 840 Ribu, Lantai Tanah Dinding Kayu
Vivi Febrianti July 17, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Media sosial kini sedang dihebohkan dengan video soal warung lontong sayur yang dikenai pajak hingga Rp 840 ribu.

Pada video yang berdar, terlihat seorang pria sedang memegang kertas betuliskan tanda bukti pembayaran dengan kepala surat dari Kabupaten Pati.

Tertulis di selembar kertas itu, pemilik warung atas nama Maryati, dari Desa Kebolampang RT 02/02 Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.

"Biar gak dikira hoax, ini pajak kemaren untuk warung samping bengkel saya, ini kena Rp 840.000," kata pria di video.

Ia menjelaskan, untuk warung milik Maryati itu hitungannya luas 28 meter persegi.

"Jadi itungannya warung ini kena 28 meter persegi dikali Rp 10.000, jadi Rp 280.000 dikali tiga tahun jadi total Rp 840.000," bebernya.

Pria itu kemudian memperlihatkan warung yang dimaksud.

"Lah warung ini ya temen-temen, kemaren diukur dari sini, ini kan ada tempat parkir seperti ini buat taruh motor," katanya.

"Ini diukur sampai sana 7 meter, terus ke belakang sini 4 meter, ya ini kan gak di saluran air, cuma ini tanahnya masih ikut PU, jadi ketemunya ini," lanjut dia.

Terlihat warung itu sangat sederhana dan berukuran kecil.

Bahkan lantainya masih berupa tanah dan dan ada yang sudah diplester sederhana.

Pria itu kemudian masuk ke dalam warung, di mana pemilik sedang duduk menunggu pelanggan.

Menurut pria itu, awalnya sebulan lalu ada petugas datang dan memberi tahu kalau para pemilik warung harus tanda tangan.

"Waktu tanda tangan kita dimintain ganti materai Rp 50 ribu. Selang sebulan, itu orang-orang dari kantor PU dateng, terus minta Rp 840 ribu," ucapnya.

Ia mengatakan kalau pemilik warung lontong sayur itu kaget dimintai uang sebesar itu.

"Ini yang punya warung kaget, jualan lontong sama gorengan, sehari belum dapat duit, kemaren dimintain petugas Rp 840 ribu," katanya.

"Kaget mas, orang cilik loh, katanya harus bayar kontan di warung, kalau gak mau bayar nanti warungnya dibongkar, gimana sih?," kata Maryati.

Agar warungnya tak dibongkar, Maryati pun mau tidak mau harus mencari bantuan ke sana ke mari.

"Jadi mau gak mau cari utang, daripada warungnya dibongkar," ucap dia.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.