Kisah pilu dialami seorang ibu tunggal yang harus merawat lima anaknya sendirian. Ia tak mampu beli susu, sampai memilih berikan bayinya teh tawar.
Harga susu formula yang terus naik membuat sebagian keluarga sulit mengaksesnya. Bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, memenuhi kebutuhan gizi bayi pun bisa berubah menjadi perjuangan yang berat.
Tak sedikit orang tua yang harus memutar otak agar anak-anaknya tetap bisa makan setiap hari. Kondisi tersebut dialami seorang ibu tunggal di Selangor, Malaysia.
Dilansir dari WeirdKaya (15/7/2026), seorang ibu 40 tahun di Puchong, Selangor, menjadi sorotan setelah kisah hidupnya diungkap oleh sebuah organisasi amal.
Seorang ibu tunggal terpaksa hidup dalam keterbatasan sambil merawat lima anaknya sendirian. Foto: WeirdKaya
|
Kisah pilu tersebut diungkap oleh filantropis Malaysia, Kuan Chee Heng atau lebih dikenal sebagai "Uncle Kentang". Kesibukannya mengurus lima anak membuatnya hanya bisa mengambil pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Lewat unggahan Facebook, Kuan mengungkap keluarga tersebut terdiri dari seorang ibu tunggal berusia 27 tahun yang harus membesarkan lima anak. Kelima anaknya masing-masing berusia 7 tahun, 5 tahun, 3 tahun, 18 bulan, dan bayi berusia 3 bulan.
Tak hanya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga tersebut juga tinggal di rumah yang bahkan tidak memiliki gas untuk memasak. Mereka juga menunggak biaya sewa rumah sebesar RM 900 atau sekitar Rp 3,4 juta.
Namun, kondisi yang paling menyedihkan adalah nasib anak terakhirnya. Karena tak mampu membeli susu formula, sang ibu terpaksa memberikan teh O, yaitu teh tawar sebagai pengganti susu.
Bahkan ia tak sanggup membeli susu formula sampai hanya memberikan bayinya teh tawar. Foto: WeirdKaya
|
Akibatnya, bayi berusia tiga bulan tersebut dilaporkan mengalami malnutrisi parah. Melihat kondisi tersebut, Kuan Chee Heng langsung mengajak masyarakat dan netizen untuk ikut membantu.
"Siapa pun yang ingin membantu dapat menyumbangkan susu formula, gas, dan bahan makanan," tulis Kuan dalam unggahannya.
Unggahan tersebut lantas menuai beberapa pro dan kontra dari netizen. Ada yang merasa iba dan ingin membantunya, tetapi juga ada yang mengkritiknya dengan tajam.
"Tolong lah bu, rencanakan keluargamu! Punya lima anak dengan keadaan keuangan yang tidak baik tidak akan baik untuk keluarga dan kesehatan mental," ujar salah satu netizen.
"Hal-hal seperti ini yang seharusnya dibantu melalui penyaluran zakat," timpal netizen lain.







