TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-26 mm dan lama gempa 17.68-141.44 detik.
Selain itu, dilaporkan pula 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-33 mm, S-P 0.2-0.6 detik dan lama gempa 13.21-40.31 detik.
Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Jumat (17/7/2026), hingga pukul 12.00 WIB.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
Sementara cuaca teramati cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat.
Suhu udara sekitar 22.5-26.4°C. Kelembaban 68.9-93 persen. Tekanan udara 875.4-919.7 mmHg.
Baca juga: Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sebanyak Tujuh Kali Dini Hari Tadi
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)