TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Warga Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan di lingkungan mereka yang kian memprihatinkan.
Jalanan yang berlubang, rusak parah, dan tidak rata kini menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan warga setempat.
Kondisi jalan yang berlubang cukup parah dan tidak rata tersebut terpantau berada tepat di dekat Masjid Al-Hidayah, Komplek PJKA.
Diketahui, jalan itu menghubungkan ke fasilitas publik, seperti SMPN 5 dan RSUP dr. M. Djamil Padang dari arah Simpang Haru.
Baca juga: Harga Komoditas Padang Panjang Terbaru, Cabe Rawit Rp57 Rribu/Kg, Ini Daftar Lengkap 31 Bahan Pokok
Kerusakan jalan di lokasi tersebut ternyata bukan hal baru. Warga mengaku kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung selama 10 tahun tanpa pernah tersentuh perbaikan.
"Kalau jalan rusak ini sudah lama, 10 tahun lebih ada. Dan, sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari pemerintah," kata Asnimar, warga setempat, Jumat (17/7/2026).
Padahal, menurut Asnimar, jalan di lingkungannya merupakan jalur alternatif penting yang menghubungkan Simpang Haru menuju RSUP dr. M. Djamil dan SMPN 5 Padang.
Sejak jalan tersebut rusak, warga sebenarnya tidak tinggal diam dan telah berupaya menambalnya secara mandiri menggunakan dana sumbangan seadanya.
Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli, Satresnarkoba Polres Solok Ringkus Pengedar Sabu dan Ganja di Koto Baru
Langkah inisiatif ini terpaksa diambil karena kerusakan jalan kini sudah sangat mengganggu kenyamanan.
Selain memicu suara bising yang memekakkan telinga setiap kali kendaraan melintas, lubang-lubang jalan yang kian menganga juga sangat membahayakan keselamatan para pengendara.
"Sudah kami perbaiki bersama, gotong royong dengan dana sumbangan. Jalan ini sempat dibeton, tapi rusak lagi," tuturnya.
Menurut pengakuan Asnimar, jalan yang sebelumnya rusak parah dan berlubang, ditambal oleh pencari bekas.
Dia dengan sukarela tanpa pamrih menambal jalan dengan material reruntuhan bangunan, yang diambilnya di daerah Pondok.
Dengan upaya yang dilakukan, akses pengendara bisa terbantu, walau tidak sepenuhnya membaik.
"Ini berkat pencari barang bekas yang menambal, dia sudah resah, jadi mengambil bekas reruntuhan bangunan di Pondok. Baru seminggu ini, minggu lalu masih berlubang," sebutnya.
Jika tidak, masyarakat atau pengendara akan terus melewati jalan berlubang, yang berada tepat di depan warung milik Asnimar.
Hanya saja, pengendara yang melintas tak mengerti keadaan jalan di daerahnya. Dengan tambalan sederhana, laju kendaraan tak mampu diperlambat oleh pengendara.
Akhirnya, sering kali material reruntuhan batu terpental akibat terkena ban kendaraan, bahkan mengenai warung Asnimar.
"Saya sudah sering memarahi pengendara yang kencang-kencang saat melintas, karena reruntuhan bangunan ini sering mengenai warung saya. Mereka sudah tahu jalan rusak, tapi tidak mau pelan-pelan," tambahnya.
Baca juga: Jalan Rusak ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang Dikeluhkan Warga, Dentuman Kendaraan Bikin Resah
Masyarakat mengeluhkan kondisi jalan rusak di Padang, terutama pemilik usaha yang berada di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Pemilik warung menghadapi risiko material jalan yang beterbangan akibat kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 10.19 WIB, terdapat jalan rusak dengan panjang sekira tiga meter, atau mencapai sekitar enam langkah orang dewasa.
Jalan rusak tersebut beragam, mulai dari berlubang, tidak rata dan beberapa lainnya sudah ditimbun menggunakan pecahan material bangunan.
Lokasi tepatnya, berada tiga ratus meter saat masuk dari sebuah persimpangan di samping Suzuya Stasiun Padang, Simpang Haru menuju SMPN 5 Padang dan RSUP M Djamil.
Baca juga: Update Harga TBS Sawit Pasaman Barat 17 Juli 2026: Harga Tertinggi Tembus Rp3.959 Per Kg
Kurang lebih, jalan rusak berada di samping Masjid Al-Hidayah, Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur.
Jalan ini sering dimanfaatkan warga atau pengendara sebagai alternatif menuju fasilitas publik tersebut.
Perihal jalan rusak, saat kendaraan melintas terdengar bunyi dentuman keras, yang dapat mengagetkan masyarakat sekitar.
Hal inilah yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya bernama Asnimar. Ia mengaku resah dengan bunyi keras yang dihasilkan kendaraan saat melintasi jalan di depan warungnya.
"Sangat-sangat terganggu, bagaimana tidak, kendaraan sering dengan kecepatan tinggi melintas di sini, bunyinya keras, daya sering kaget dan resah," ucapnya di lokasi.
Baca juga: Polda Sumbar Prioritaskan Rehabilitasi Siswa Perakit Bom MAN 3 Padang yang Diduga Korban Bullying
Bahkan ia sering kali menegur pengendara yang mengemudi dengan kecepatan tinggi, sebab titik jalan rusak persis di depan warungnya.
Terlebih, material reruntuhan bangunan yang dijadikan timbunan jalan berlubang, sering terpental akibat kendaraan.
"Ini kan sudah ditimbun, sebelumnya berlubang. Tapi sudah ditimbun, kendaraan selalu kencang melewatinya, jadinya reruntuhan bangunan sebagai timbunan sering mengenai warung saja," tuturnya.
Senada, warga lainnya bernama Elinar juga menyebut bahwa jalan rusak cukup menganggu aktivitas.
Bunyi dentuman keras yang dihasilkan kendaraan, selalu menghantui mereka setiap harinya.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Padang dan 5 Kota di Sumbar Hari Ini
"Iya, bunyi keras kalau kendaraan lewat, karena kondisi jalan rusak, mereka tidak mau pelan-pelan," ujarnya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak meresahkan warga setempat maupun pengendara yang melintas.
Dengan diperbaikinya jalan tersebut, akses ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang dapat berjalan lancar.
"Harapan saya tentu segera diperbaiki, jadi akses ke sekolah atau rumah sakit kan tidak terganggu. Selain itu, kita juga tidak akan mendengar suara keras lagi," tutupnya. (*)