Wako Jambi Maulana Bangun Sistem Keamanan Baru, CCTV dan 2.000 Kantibnas Jadi Andalan
asto s July 17, 2026 04:06 PM

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui program pembentukan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) yang akan didukung pemasangan CCTV di setiap RT.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Jambi untuk menciptakan kota yang lebih aman, tertib, dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan konsep keamanan yang dibangun tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang berasal dari masyarakat.

"Kalau sistemnya kita bangun secara digital, maka orang-orangnya juga harus kita siapkan. Jadi keamanan Kota Jambi tidak hanya mengandalkan CCTV, tetapi juga masyarakat yang terlatih," kata Maulana beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, Pemkot Jambi akan membentuk Satlinmas Kota Jambi dengan jumlah personel mencapai lebih dari 2.000 orang yang nantinya bertugas sebagai Kantibmas. 

Mereka merupakan masyarakat yang akan dibekali berbagai kemampuan dasar, mulai dari mitigasi bencana hingga penanganan awal terhadap gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Mereka akan diberikan pemahaman mengenai mitigasi bencana dan ancaman gangguan ketertiban serta keamanan masyarakat. Jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi situasi tertentu," ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya, para personel Kantibnas akan bersinergi dengan aparat keamanan di tingkat wilayah, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Mitranya adalah Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi kita membangun kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan," jelasnya.

Selain menyiapkan personel, Pemkot Jambi juga akan membangun sistem pengawasan berbasis digital melalui pemasangan CCTV di setiap RT.

Keberadaan kamera pengawas ini diharapkan mampu mempercepat deteksi terhadap potensi gangguan keamanan.

Salah satu fokus pengawasan adalah mengantisipasi munculnya aksi geng motor dan tindak kriminal jalanan yang melibatkan kelompok remaja.

"Kita bisa memonitor kalau ada anak-anak muda yang berkumpul membawa kendaraan, apalagi jika terindikasi membawa senjata tajam. Itu bisa segera terpantau sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat," tegas Maulana.

Program tersebut akan mulai diterapkan sebagai proyek percontohan di dua kecamatan sebelum nantinya diperluas ke seluruh wilayah Kota Jambi.

Menurut Maulana, pembangunan kota yang aman harus dilakukan secara menyeluruh, memadukan teknologi dengan kesiapan masyarakat sebagai garda terdepan menjaga lingkungan.

"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan Kota Jambi yang aman. Sistemnya kita bangun, orang-orangnya kita siapkan, sehingga keamanan benar-benar menjadi tanggung jawab bersama," pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Baca juga: Bantah Isu Balas Dendam, Menteri PU Sebut Mutasi ASN Hanya Hal Lazim

Baca juga: Akal-akalan QR Code Ganda di SPBU, Temuan BPH Migas di Jambi hingga Aceh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.