Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan akan meningkatkan fasilitas dan layanan terhadap sebanyak 20 puskesmas menjadi puskesmas rawat inap tahun ini.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku peningkatan fasilitas dan layanan puskesmas ini berdasarkan usulan pemerintah kabupaten/kota se-Sumut dan kebutuhan masyarakat di wilayah itu.

"Ada 20 puskesmas tahun ini akan kami perbaiki, tergantung usulan dari bupati/wali kota. Ini pak Bupati Nias Barat mengusulkan di sini, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Bobby usai meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis.

Gubernur mengatakan, salah satu dari total 20 puskesmas tersebut yang menjadi prioritas adalah Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat.

Puskesmas Mandrehe menjadi prioritas karena lokasinya strategis dan melayani masyarakat Nias dari 20 desa dengan jumlah penduduk sekitar 23 ribu jiwa.

Sementara itu, lanjut dia, jarak menuju rumah sakit milik pemerintah daerah mencapai sekitar 60 kilometer.

"Puskesmasnya secara letak dekat dengan masyarakat. Karena di sini ada 20 desa dengan 23 ribu penduduk, jarak ke rumah sakit 60 km," jelasnya.

Bobby menuturkan, pembangunan rumah sakit daerah oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan di Kepulauan Nias.

Pemprov Sumut terus melanjutkan upaya tersebut dengan meningkatkan kapasitas puskesmas agar masyarakat Sumut tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit, terutama karena kendala akses.

"Kemarin Bapak Presiden sudah membangun rumah sakit daerah di sini, bagus sekali. Kami pemerintah provinsi menafsirkan salah satu program Presiden di bidang kesehatan," tuturnya.

"Jadi kami dari provinsi coba benahi puskesmas-puskesmas agar enggak semua masyarakat ke rumah sakit, karena salah satu kendalanya adalah aksesnya," tambah Bobby.

Menurut dia, Puskesmas Mandrehe ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur.

Selain penambahan ruang rawat inap, kemudian fasilitas persalinan, tenaga dokter, dan peralatan kesehatan juga akan dilengkapi.

"Jadi ini kita perbaiki fasilitasnya, salah satunya ini menjadi rawat inap. Tadi hanya ada dua tempat tidur dan fasilitasnya minim sekali, jadi kita buat isinya ada 10 bed. Bisa melakukan persalinan, dokter juga," ungkapnya.

Selain peningkatan sarana dan prasarana, tutur dia, Pemprov Sumut juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui program beasiswa dokter spesialis.

"Beasiswa dokter spesialis dari pemprov di USU dan UGM tahun kemarin ada 16, dan tahun ini ada lima lagi tes khusus dari Kepulauan Nias. Jadi dari sisi SDM (sumber daya manusia) coba kita tingkatkan, dari sisi fasilitas coba kita perbaiki," papar Bobby.


Baca juga: Sumut targetkan 7,3 juta jiwa terima layanan Cek Kesehatan Gratis