TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan cuaca resmi untuk wilayah Provinsi Papua Barat pada hari Sabtu, 18 Juli 2026.
Memasuki akhir pekan di pertengahan Juli ini, dinamika atmosfer di wilayah kepala burung Papua menunjukkan adanya tingkat kelembapan udara yang stabil tinggi disertai pergerakan angin laut yang cukup aktif, memicu pembentukan awan hujan lokal secara berkala.
Bagi warga Papua Barat yang berencana menghabiskan waktu libur akhir pekan di luar rumah, melakukan perjalanan antarkabupaten, atau beraktivitas di sektor kelautan, memantau rilis cuaca berkala ini sangat penting demi menjamin keselamatan dan kelancaran agendamu.
Secara umum, kondisi cuaca di berbagai kabupaten di Papua Barat besok diprediksi fluktuatif namun tetap didominasi oleh kondisi berawan tebal hingga hujan lokal berdurasi singkat.
Wilayah Manokwari selaku ibu kota provinsi diproyeksikan akan diselimuti mendung tebal sejak pagi hari dengan potensi guyuran hujan ringan pada siang hingga sore hari.
Kondisi yang serupa juga diperkirakan terjadi di Manokwari Selatan dan Teluk Wondama, di mana hujan ringan diprediksi turun membasahi bumi pada paruh kedua hari.
Bagi warga yang berada di dataran tinggi Pegunungan Arfak, kewaspadaan ekstra patut ditingkatkan terhadap suhu udara yang dingin, potensi kabut tebal yang dapat membatasi jarak pandang di pagi hari, serta hujan intensitas sedang pada sore hari.
Sementara itu, wilayah pesisir barat dan selatan yang meliputi Teluk Bintuni, Kaimana, dan Fakfak diprakirakan akan menikmati cuaca cerah berawan di pagi hari, sebelum berganti menjadi hujan ringan pada malam hari yang menuntut kewaspadaan para nelayan lokal.
Berikut adalah rincian lengkap prakiraan cuaca per kabupaten di wilayah Papua Barat untuk hari Sabtu, 18 Juli 2026:
1. Manokwari
2. Manokwari Selatan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kepulauan Bangka Belitung Sabtu, 18 Juli 2026 Besok: Bangka Barat Hujan Ringan
3. Pegunungan Arfak
4. Teluk Bintuni
5. Teluk Wondama
6. Kaimana
7. Fakfak
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)