Kronologi Dugaan Bullying Siswa SD di Lamtim, Berawal dari Saling Ejek Sepulang Sekolah
Reny Fitriani July 17, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Na diduga mendapatkan perlakuan pembullyan atau perundungan, Rabu (15/7/2026) sekira pukul 13.00 WIB. 

Baca Juga: Nasib 2 Remaja yang Viral Bully Bocah TK, Ditempelkan ke Tiang Listrik hingga Koma

Korban Na menjadi korban perundungan oleh rekan satu kelasnya selepas pulang sekolah. 

​Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung Timur, Gunadi, mengatakan pelaku berjumlah tiga orang yang merupakan teman sekelas korban. 

Dijelaskannya, aksi perundungan ini dipicu oleh masalah sepele, yakni aksi saling ejek antar siswa.

​"Namanya anak-anak dan kejadiannya pas pulang sekolah. Kalau di dalam jam sekolah pasti termonitor, tapi ini kejadiannya pas mereka pulang sekolah," kata Gunadi saat dihubungi Tribun Lampung, Jumat (17/7/2026). 

​Pihaknya bersama jajaran telah menyampaikan pembinaan kepada orangtua dan telah dipanggil untuk mediasi. 

Disdikbud Lampung langsung turun ke lapangan pada Kamis (16/7/2026) pagi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Kami telah mempertemukan orangtua korban dan ketiga orangtua pelaku di sekolah. Mediasi dihadiri oleh Kabid Dikdas Disdikbud, Camat Melinting, serta Camat Labuhan Maringgai," ungkap Gunadi. 

Disdikbud Lamtim juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Timur untuk mendampingi kondisi mental korban.

​"Kami berikan pembinaan kepada guru di sana, serta kepada orangtua wali siswa sendiri. Pola asuh anak SD ini adalah tanggung jawab semua pihak, baik orangtua maupun guru," kata Gunadi.

"Kondisi korban dan proses kegiatan belajar mengajar (kbm) pasca mediasi tersebut, situasi perlahan kondusif," ucapnya.

Korban maupun ketiga pelaku dilaporkan sudah kembali bersekolah seperti biasa pada hari ini Kamis.

​Pihak sekolah juga telah melakukan silaturahmi ke rumah keluarga yang terlibat untuk memastikan hubungan antar tetangga tetap harmonis.

​"Untuk tekanan mental, nanti pihak Dinas PPPA yang bisa menjelaskan secara detail. Namun, berdasarkan koordinasi kami, saat ini kondisi korban sudah normal kembali dan anak-anak sudah sekolah biasa," papar Gunadi. 

Gunadi mengimbau kepada seluruh sekolah di Lampung Timur untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang tenang, aman, dan kondusif. 

Ia juga meminta para orangtua lebih intensif mendampingi serta mengawasi anak-anaknya saat berada di luar jam sekolah.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.