Sempat Dua Kali Ditolak, Bocah Kelas 6 SD Akhirnya Diakui NASA Usai Temukan Celah Keamanan
Wawan Akuba July 17, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Prestasi membanggakan diraih Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Bocah berusia sekolah dasar itu memperoleh pengakuan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu sistem digital lembaga tersebut.

Keberhasilan Ibrahim bukan diraih dalam sekali percobaan. Sebelum temuannya diakui, ia harus beberapa kali mengirim laporan melalui program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) hingga akhirnya berhasil.

Baca juga: Mahasiswa UNG Gorontalo Masuk Program Bergengsi Kementerian Kebudayaan, Belajar Bersama Maestro Seni

Ayah Ibrahim, Aminudin Salas (36), menjelaskan bahwa putranya menemukan kerentanan keamanan jenis broken link hijacking.

Menurutnya, celah tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab apabila tidak segera diperbaiki.

"Kalau dampaknya itu kalau enggak diatasi jadi link phishing. Bisa dipakai untuk penipuan, mengatasnamakan pihak NASA untuk menipu orang-orang," ujar Aminudin, Jumat (17/7/2026).

Ia mengaku bersyukur karena laporan yang disampaikan anaknya segera ditindaklanjuti oleh NASA sehingga potensi penyalahgunaan tersebut dapat dicegah.

Aminudin juga menceritakan perjalanan putranya hingga memperoleh pengakuan dari NASA tidak berjalan mudah. Dua laporan pertama yang dikirim belum berhasil diterima.

Laporan pertama ditolak karena dinilai belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sementara laporan kedua dinyatakan sebagai temuan yang sudah pernah dilaporkan oleh pihak lain sehingga masuk kategori duplikat.

"Prosesnya tidak mudah. Sudah beberapa kali kirim laporan. Ada yang ditolak, ada yang dianggap duplikat," katanya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 18 Juli 2026: Leo Bakal Unjuk Gigi, Virgo Waktunya Atur Strategi!

Meski mengalami kegagalan, Ibrahim tidak menghentikan usahanya.

Pada laporan ketiga, ia kembali melakukan analisis dan berhasil menemukan celah keamanan broken link hijacking yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Temuan tersebut kemudian diterima NASA. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem digital, NASA mengirimkan Letter of Recognition (LOR) yang menggunakan logo resmi lembaga tersebut.

Ibrahim merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Walaupun masih duduk di bangku sekolah dasar, ia telah mengenal dunia pemrograman sejak kelas 4 SD.

Memasuki awal 2026, ia mulai memperdalam bidang keamanan siber secara mandiri.

Berbagai materi dipelajarinya melalui video di YouTube, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga diskusi dan referensi yang dibagikan komunitas keamanan siber di internet.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan belajar dan kegigihan mencoba kembali setelah mengalami penolakan dapat menghasilkan pencapaian di tingkat internasional.

Selain mengharumkan nama daerah asalnya di Boyolali, prestasi Ibrahim juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia di bidang keamanan siber. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.