Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Guna membentengi para siswa dari pengaruh buruk narkoba, aksi bullying (perundungan), serta maraknya judi online, SMA Negeri 2 Peusangan menghadirkan personel Polri dari Polsek Peusangan pada Kamis (16/7/2026). Kehadiran aparat kepolisian ini bertujuan untuk mengisi materi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pertemuan ini menjadi bagian dari edukasi komprehensif mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya bullying, judi online, etika bermedia sosial, hingga pembentukan karakter peserta didik baru.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Kecamatan Peusangan ini digelar berkat kerja sama erat dengan Polsek Peusangan. Sebanyak 288 peserta didik baru tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Sementara itu, delapan siswa lainnya dilaporkan tidak dapat hadir karena tengah berjuang membawa nama daerah dalam kompetisi sepak bola kelompok usia 15 tahun (U-15) bersama Juang Football Club. Rangkaian kegiatan MPLS hari keempat ini dipandu langsung oleh Pembina OSIS, Ti Cahya, S.Pd., mewakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yusmawadi, S.Pd.
Plt. Kepala SMA Negeri 2 Peusangan, Hasballah, S.Pd., M.Pd., melalui Humas Sekolah, Maulana, S.Pd.I., menyampaikan bahwa materi yang disajikan hari ini merupakan bagian dari petunjuk teknis (juknis) MPLS. Program ini memang menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta perlindungan siswa dari berbagai ancaman sosial di masyarakat.
Baca juga: 12 Hari Bertahan, Harga Emas di Abdya Tersungkur, Cek Pasaran Emas Edisi 17 Juli 2026
Menurut Maulana, Polri merupakan mitra strategis sekolah dalam membina moral dan karakter generasi muda. Melalui kolaborasi ini, para peserta didik baru dibekali pemahaman mendasar tentang tertib berlalu lintas, etika bermasyarakat, bijak bermedia sosial, hingga pencegahan penyalahgunaan NAPZA.
"Kami berharap seluruh siswa mampu mengamalkan moto sekolah, yaitu Disiplin, Berprestasi, Berbudaya, dan Berjiwa Pancasila," ujar Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, materi MPLS dipaparkan langsung oleh Kapolsek Peusangan, Iptu Riza Saputra, S.E., yang didampingi oleh Wakapolsek beserta personel Unit Intelkam dan Bhabinkamtibmas.
Di hadapan ratusan siswa baru, Kapolsek menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba adalah ancaman paling nyata bagi masa depan generasi muda. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita, merusak hubungan keluarga, hingga berujung pada konsekuensi hukum yang berat.
Selain mengupas tuntas jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, Iptu Riza mengajak para siswa untuk berani berkata tidak pada narkoba, selektif dalam memilih lingkaran pergaulan, serta tidak takut melapor kepada guru atau orang tua jika melihat indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitar mereka.
Tak hanya soal narkoba, para peserta didik baru juga mendapatkan edukasi mendalam mengenai bahaya bullying yang dapat meninggalkan trauma psikologis mendalam bagi korban.
Para siswa diajak untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.
Baca juga: Pemkab Bireuen Akan Segera Bangun Jembatan Matang Bangka Jeunieb
Baca juga: Sering Jadi Campuran Es Buah, Ternyata Sirsak Punya Khasiat Dahsyat Jaga Jantung dan Kolesterol
Kapolsek juga menyoroti ancaman judi online yang kian marak dan kini mulai menyasar kalangan remaja melalui gawai mereka. Ia mengingatkan bahwa judi daring hanya akan merusak masa depan, memicu tindakan kriminalitas, serta menimbulkan depresi sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, ia meminta para pelajar untuk memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan konten positif.
"Kami berharap berakhirnya rangkaian MPLS menjadi awal perjuangan baru bagi seluruh peserta didik di bangku SMA. Jadikan seluruh materi yang telah diberikan sebagai kompas dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan guru, menjalin persahabatan yang sehat, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab," pesan Iptu Riza Saputra.
Melalui kolaborasi apik antara pihak sekolah dan Polri ini, SMA Negeri 2 Peusangan kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, bebas dari narkoba dan perundungan, demi melahirkan generasi emas yang disiplin, berprestasi, berbudaya, serta berjiwa Pancasila. (*)