Inovasi Kompos FABA Diuji Coba di Kebun Sawit Binaan Lapas
Ajie Gusti Prabowo July 17, 2026 04:50 PM

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) inovasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, mulai diuji kualitasnya di kebun sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, di Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung. Demplot ini merupakan tindak lanjut pelatihan pembuatan kompos FABA, bagi warga binaan Lapas Tanjungpandan dan klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan.

Kegiatan ini menjadi replikasi inovasi kompos Lapas Pangkalpinang, melalui uji efektivitas pada 10 pohon kelapa sawit. Demplot dilakukan untuk memperagakan teknik aplikasi kompos FABA sekaligus mengamati efektivitasnya, dalam mendukung pertumbuhan tanaman sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan demplot tersebut adalah untuk menguji, efektifitas kompos produk Lapas Pangkalpinang terhadap tanaman sawit di wilayah Belitung. "Melalui demplot ini kami ingin membuktikan kualitas kompos FABA, hasil inovasi Lapas Pangkalpinang. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi guna mendukung pembinaan kemandirian warga binaan," ujar Sugeng Indrawan, Jumat (17/7).

Kepala Kanwil Ditjenpas Bangka Belitung, Ade Agustina, mengapresiasi kolaborasi antar Lapas dan Bapas dalam mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembinaan warga binaan dan pemberdayaan masyarakat.

"Pemanfaatan kompos FABA ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, serta memperkuat citra positif Pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," ucap Ade Agustina. 

Hasil uji pada 10 pohon kelapa sawit akan menjadi bahan evaluasi, untuk dilakukan pengembangan kompos FABA pada komoditas lain. "Upaya ini diharapkan memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular di Bangka Belitung," bebernya.

Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyambut baik pelaksanaan demplot sebagai tindak lanjut pelatihan kompos FABA. Menurutnya, praktik langsung di lapangan menjadi langkah penting agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal.

"Kami mengapresiasi inovasi Lapas Pangkalpinang yang kini diterapkan di Lapas Tanjungpandan. Demplot ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pemanfaatan kompos FABA sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan," tutur Royhan. (riz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.