TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kecamatan Bojongloa Kaler di Kota Bandung, Jawa Barat tengah menjadi sorotan tajam setelah masuk dalam daftar 10 besar nasional sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.
Menanggapi temuan mengejutkan dari PPATK yang mencatat adanya 5.090 pemain di kawasan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, angkat bicara dan mendesak agar para pecandu judol segera ditangani oleh psikiater layaknya korban penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), peringkat pertama yakni kecamatan Cengkareng (Jakarta Barat) 21.497 pemain, Cakung (Jakarta Timur) 14.664, Tanjung Priok (Jakarta Utara) 13.769, dan Kebayoran Lama (Jakarta Selatan) 9.948 pemain.
Kemudian Bekasi Utara (Kota Bekasi) 7.793, Cibinong (Bogor) 7.033, Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) 6.647, Cipondoh (Kota Tangerang) 6.463, Baleendah (Kabupaten Bandung) 5.910, dan Bojongloa Kaler (Kota Bandung) 5.090 pemain.
"Makanya kalau perlu sih orang yang kena (main) judi ini ditangani psikiater karena mereka sudah menjadi kecanduan, sudah agak sulit (berhenti)," ujar Erwin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Gila-gilaan Judi Online di Pemprov Jabar: Total Transaksi Rp14 M, Satu Pegawai Tembus Rp600 Juta
Menurutnya, pemain judi online sama dengan pecandu narkoba yang perlu direhabilitasi. Tetapi yang paling penting dalam mencegah judi tersebut tentu mereka harus memiliki pondasi agama.
"Makanya perlu program-program yang ditekankan kembali, seperti pelatihan Dai di tiap kelurahan karena efek dari judi ini, selain uangnya haram, tidak ada manfaatnya, juga efeknya rumah tangga bisa bubar, bisa hancur dengan judi ini," katanya.
Atas hal tersebut, Erwin berharap pendidikan agama di Kota Bandung harus tambah diperkuat karena efek dari judi ini bisa berdampak buruk bagi masyarakat atau para pemain terutama bagi perekonomian.
"Bahwa efek dari judi ini, mau judol atau apa pun. Orang kalau sudah main judi itu bisa habis semuanya, apa pun bisa dia jual," ucap Erwin.
Sementara saat disinggung terkait tindakan bagi Kecamatan Bojongloa Kaler, kata Erwin, tentunya perlu dibahas dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
"Nanti coba dibicarakan, kalau memang Pak Wali bisa memberikan kebijakan, ya bagus. Penekanannya ke akhlakul karimah. Bagaimana sih efek judi ini, kalau memang datanya ada kita undang semua," katanya.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan karena selain berdampak buruk bagi keluarga dan perekonomian, judi ini bisa menimbulkan aksi kriminalitas
"Ini dampaknya lebih dahsyat daripada narkoba ya, menurut saya kalau sudah judi ini, apa pun dia bisa halalkan, bisa jahat juga ujungnya nanti. Kan ada juga kejadian orang judi menjual istrinya, itu kan efeknya besar," ujar Erwin.
Atas hal tersebut, kata Erwin, hal yang paling penting dilakukan di wilayah Kecamatan Bojongloa Kaler itu yakni dengan memperkuat akhlakul karimah melalui pendidikan agama.(*)