Apes! Sebulan 2 Kali Dimaling, Kandang Ternak Nanda di Cirebon Dibobol hingga Rugi Rp 27 Juta
Ravianto July 17, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Belum sempat melupakan kerugian akibat pencurian pertama, Nanda (46), warga Blok Balong Setu, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, kembali harus menelan pil pahit. 

Dalam waktu kurang dari sebulan, kandang ternak miliknya dua kali dibobol maling.

Akibatnya, puluhan ayam dan burung gantangan raib dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 27 juta.

Peristiwa terbaru itu pertama kali diketahui pada waktu subuh.

Informasi tersebut disampaikan oleh keluarga, yang kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah.

"Tahunya subuh (dini hari) . Terus dicek sama istri di CCTV. Pas saya lihat, burungnya memang sudah enggak ada semua," ujar Nanda, saat ditemui di rumahnya, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: 2 Bulan Menumpuk, Gunungan Sampah Kepung Pusat Kuliner Pasar Batik Cirebon, Warga Mengeluh Risih

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan gerak-gerik dua pria yang diduga sebagai pelaku pencurian. 

Pada rekaman pertama, seorang pria bertubuh kurus mengenakan jaket biru lengan panjang, celana pendek, topi hitam dan masker tampak berdiri di dekat pepohonan sambil mengamati situasi sekitar.

Pria tersebut kemudian berjalan perlahan melewati tumpukan kandang kayu, berhenti beberapa saat seolah memastikan kondisi aman, lalu kembali ke area belakang.

Tak lama berselang, seorang pria lain mengenakan jaket hitam bertudung muncul dan berjalan bersama menuju area gelap di balik pepohonan.

Dalam rekaman CCTV lainnya, pria yang sama terlihat memasuki lorong samping bangunan.

Ia sempat berhenti di depan sebuah pintu di bagian belakang rumah yang berdekatan dengan tumpukan karung putih.

Selama beberapa detik, pria itu tampak memeriksa atau mencoba membuka pintu sebelum akhirnya kembali berjalan ke arah depan bangunan dan keluar dari jangkauan kamera.

Nanda memastikan jumlah pelaku yang terekam kamera pengawas ada dua orang.

"Di CCTV kelihatan dua orang," ucapnya.

Dalam aksi pencurian terakhir itu, pelaku membawa kabur empat ekor burung gantangan dan 14 ekor ayam.

Nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.

"Yang hilang burung empat ekor, ayam 14 ekor. Kalau ditaksir sekitar Rp 20 jutaan," jelas dia.

Namun, kerugian yang dialami Nanda tidak berhenti sampai di situ.

Ia mengaku lokasi yang sama sudah dua kali menjadi sasaran pencurian hanya dalam kurun waktu satu bulan.

"Sudah dua kali dalam satu bulan (pertama dua minggu lalu, yang kedua dini hari tadi) , di tempat yang sama. Resah banget lah," katanya.

Akibat dua kali pencurian tersebut, total hewan ternak yang hilang mencapai 22 ekor ayam dan empat ekor burung gantangan.

Jika diakumulasikan, kerugian yang dialami diperkirakan mencapai sekitar Rp 27 juta.

"Kalau sama yang dulu, kerugiannya sekitar 27 jutaan," ujarnya.

Meski mengalami kerugian yang cukup besar, Nanda mengaku hingga kini belum melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Belum, belum, belum," jawabnya singkat saat ditanya mengenai laporan polisi.

Peristiwa ini pun menambah keresahan warga sekitar.

Korban berharap pelaku segera tertangkap agar aksi serupa tidak kembali terulang dan meresahkan masyarakat, terutama para peternak maupun penghobi burung di wilayah tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.