TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Provinsi Riau mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang akan digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Ajang nasional khusus cabang olahraga bela diri tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
PON Bela Diri 2026 akan mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni tarung derajat, karate, pencak silat, taekwondo, judo, kempo, hapkido, dan yongmoodo.
Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi atlet bela diri dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Wakil Ketua I KONI Riau Khairul Fahmi mengatakan Riau siap ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Namun, dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan, Riau hanya akan mengirim atlet pada enam cabang olahraga.
"Dua cabang olahraga, yaitu yongmoodo dan hapkido, saat ini tidak aktif di Riau. Karena itu, kami akan fokus pada enam cabang olahraga yang memang memiliki pembinaan dan atlet yang siap," ujarnya, Jumat (17/7/2026)
Untuk mendukung keikutsertaan kontingen Riau, KONI Riau telah berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau terkait dukungan anggaran. Saat ini telah disiapkan dana sebesar Rp500 juta sebagai modal awal mengikuti PON Bela Diri 2026.
Menurut Fahmi, penggunaan anggaran tersebut masih dibahas secara internal. KONI Riau tengah mengkaji apakah dana itu akan dibagi secara merata kepada enam cabang olahraga atau dialokasikan berdasarkan prioritas dan peluang meraih prestasi.
"Bagian Pembinaan Prestasi (Binpres) nanti akan berdiskusi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga. Dari situ akan diputuskan pola pembagian anggaran yang paling efektif," katanya.
Meski dukungan anggaran sedang dimatangkan, KONI Riau meminta setiap cabang olahraga tidak menunggu bantuan tersebut untuk memulai persiapan. Seluruh pengurus cabang diminta segera melaksanakan pemusatan latihan (training camp/TC) secara mandiri agar kondisi atlet tetap terjaga.
Menurut Fahmi, TC mandiri menjadi langkah penting mengingat waktu pelaksanaan PON Bela Diri sudah semakin dekat. Selain meningkatkan kemampuan teknik dan fisik atlet, latihan tersebut juga menjadi bekal apabila nantinya dilakukan proses seleksi untuk menentukan atlet yang akan memperkuat Riau di Manado.
"Yang terpenting atlet sudah siap ketika seleksi dilakukan dan nantinya mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding," jelasnya.
Fahmi juga menilai semangat atlet saat ini sedang meningkat setelah pencairan uang pembinaan yang sebelumnya telah diterima. Stimulus tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk menjalani latihan lebih maksimal dan tampil kompetitif di PON Bela Diri 2026.
KONI Riau berharap dengan persiapan yang matang, enam cabang olahraga yang diberangkatkan mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama Provinsi Riau pada ajang nasional tersebut.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)