Target Panen Padi Provinsi Jawa Timur Diproyeksikan 13 Juta Ton di 2026
Rendy Nicko July 17, 2026 06:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Produksi panen padi terus dimaksimalkan dengan berbagai inovasi pertanian. Salah satunya melalui Pertanian Modern Agricultural Advance System (PM-AAS).

Hasil padi diproyeksikan meningkat dan mendukung target 13 ton hasil panen di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno. Ia mengatakan target produksi padi yang dibebankan ke Jawa Timur memang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 

"Kalau target panen di Jatim, produksi tahun 2025 untuk gabah kering panen ini ada 12,4 juta ton," ulas Heru Suseno, Jum'at (17/7/2026).

Baca juga: Hanya Separuh Pagu Terisi, Tren Siswa Baru Tingkat SD di Kabupaten Blitar Turun

Menurutnya tahun 2025, target produksi untuk Gabah Kering Panen (GKP) berada di angka 12,4 juta ton tersebut akumulasi masa tanam keseluruhan.

Sementara untuk tahun 2026 ini, Kementerian Pertanian mematok target yang lebih tinggi untuk wilayah Jawa Timur.

"Tahun 2026 ini harapannya gitu, kalau Kementerian Pertanian menargetkan sekitar 13 juta ton," ulasnya.

Beliau mengaku satu langkah strategis yang diandalkan penerapan program Pertanian Modern Agricultural Advance System (PM-AAS) dari Kementan ini akan mendukung target ditahun 2026 bisa meningkat menyentuh 13 juta ton.

"Kalau misalnya ada tambahan ini (PM-AAS), pasti ada peningkatan," imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Tulungagung ini mengaku sistem PM-AAS ini memilih lahan dengan ketersediaan air di lahan pertanian sepanjang tahun.

Upaya ini dilakukan demi mengatasi kendala pengairan yang kerap dihadapi petani saat musim tanam.

"Kan ada sarana kita tadah hujan. Tadah hujan kemarin sudah diupayakan, yang memang ada potensi air dibantu dengan irigasi perpompaan," paparnya.

Heru menambahkan untuk program besutan Mentan Andi Amran Sulaiman yang diadopsi dari luar negeri ini juga membutuhkan air.

"Kalau yang PM-AAS, yang sepanjang tahun ada airnya. Upayanya begitu, yang sementara untuk mengatasi air tanam," tandasnya.

Baca juga: Dorong Regenerasi Kebun Tebu, PG Pesantren Baru Beri Bibit Gratis dan Bantuan Biaya untuk Petani

Sementara melansir dari data Angka Tetap BPS Tahun 2025, Jawa Timur mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka tersebut naik 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan rilis BPS tanggal 4 Mei 2026, potensi produksi padi periode Januari sampai Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG. Meningkat sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.