Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur
Pipit Maulidya July 17, 2026 05:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas di Jalan Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia.

Pondok Pesanten Tambak Beras memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan Islam.

Pesantren ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya banyak ulama dan tokoh nasional.

Berdiri sejak masa penjajahan Belanda, Bahrul Ulum terus berkembang hingga menjadi salah satu pesantren terbesar di Tanah Air.

Berawal dari 25 Santri atau Pondok Selawe

Dilansir dari laman resmi MA Unggulan KH Wahab Hasbullah, sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum bermula sekitar tahun 1825.

Pesantren ini didirikan oleh KH Abdus Salam atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Shoichah.

Saat itu, beliau membuka lahan di Dusun Gedang, Kelurahan Tambakberas, untuk membangun perkampungan santri.

Pada awal berdirinya, Mbah Shoichah hanya membangun sebuah langgar (musala) sederhana dan pondokan kecil.

Jumlah santri yang belajar saat itu sebanyak 25 orang.

Karena jumlah santrinya tetap 25 orang, masyarakat kemudian menyebutnya sebagai Pondok Selawe, yang dalam bahasa Jawa berarti dua puluh lima.

Keturunan Raja Majapahit

Berdasarkan silsilah keluarga, Mbah Shoichah merupakan keturunan Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit.

Garis keturunannya tersambung melalui tokoh-tokoh seperti Jaka Tingkir (Mas Karebet) dan Pangeran Benowo.

Mbah Shoichah menikah dengan Nyai Muslimah dari Demak dan dikaruniai sejumlah putra-putri yang kemudian melanjutkan perjuangan dakwah Islam di Pulau Jawa.

Memiliki Kaitan dengan Berdirinya Tebuireng

Sejarah Bahrul Ulum juga memiliki keterkaitan dengan berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Cucu Mbah Shoichah, Halimah atau Winih, menikah dengan Kyai As'ari dari Demak.

Dari pasangan tersebut lahir KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng.

Berkembang di Bawah Asuhan Kyai Chasbulloh

Setelah Mbah Shoichah, kepemimpinan pesantren diteruskan oleh menantunya, Kyai Ustman dan Kyai Sa'id.

Perkembangan pesantren berlangsung pesat pada masa kepemimpinan Kyai Chasbulloh, putra Kyai Sa'id.

Ia berhasil menyatukan santri dari berbagai daerah dan memusatkan kegiatan pendidikan di kawasan yang kini menjadi kompleks utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Bersama istrinya, Nyai Latifah, Kyai Chasbulloh juga mendidik putra-putri yang kemudian menjadi ulama besar, salah satunya KH Abdul Wahab Hasbullah atau yang dikenal dengan KH Wahab Hasbullah.

Nama Bahrul Ulum Diberikan pada 1967

Nama Bahrul Ulum baru digunakan pada tahun 1967.

Nama tersebut diberikan oleh KH Wahab Hasbullah, salah seorang tokoh nasional sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama.

Secara harfiah, Bahrul Ulum berarti "Lautan Ilmu".

Nama tersebut menjadi simbol harapan agar pesantren menjadi pusat pendidikan Islam dan tempat para santri menimba ilmu seluas samudera.

Beralih ke Sistem Pengelolaan Modern

Setelah KH Wahab Hasbullah wafat pada 1971, sistem kepemimpinan pesantren mulai beralih menjadi kolektif.

Pada 1987 dibentuk Dewan Pengasuh dan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai bagian dari penguatan tata kelola lembaga.

Beberapa tokoh yang pernah memimpin pesantren di antaranya KH M Sholeh Abdul Hamid, KH Amanullah Abdurrahim, dan KH Hasib Abd Wahab yang mulai menjabat sejak 2010.

Saat ini, Bahrul Ulum berkembang menjadi salah satu pesantren besar di Indonesia dengan puluhan unit asrama (ribat), seperti Komplek Al-Muhajirin, As-Sa'idiyah, Al-Wahabiyah, hingga Al-Lathifiyah.

Urutan Pemimpin Pondok Pesantren Bahrul Ulum

Berikut urutan kepemimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas berdasarkan sejarahnya:

1. KH Abdus Salam (Mbah Shoichah) – pendiri pesantren sekitar tahun 1825.

2. Kyai Utsman – menantu Mbah Shoichah, melanjutkan kepemimpinan.

3. Kyai Sa'id – menantu Mbah Shoichah, memimpin bersama Kyai Utsman.

4. Kyai Chasbulloh – putra Kyai Sa'id, membawa perkembangan pesat pesantren.

5. KH. Abdul Wahab Chasbullah biasa ditulis KH Wahab Hasbullah – putra tertua Kyai Chasbulloh, dibantu adik-adiknya KH. Abdul Hamid Chasbullah dan KH. Abdurrochim Chasbullah. Pada masanya nama Pondok Tambakberas diubah menjadi Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada 1967.

6. Kepemimpinan kolektif setelah wafatnya KH. Abdul Wahab Chasbullah pada 1971. Pada 1987 dibentuk Dewan Pengasuh dan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Dalam era yayasan, pengasuh yang tercatat antara lain:

• KH M Sholeh Abdul Hamid

• KH Amanullah Abdurrahim

• KH Hasib Abd Wahab (mulai menjabat sejak 2010).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.