Bantah Kabar Pemindahan ke Surabaya, Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Muktamar NU ke-35 Tetap di Jombang
Sudarma Adi July 17, 2026 07:33 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang bergerak cepat meluruskan disinformasi yang beredar di masyarakat.

Pihak pesantren memastikan bahwa pesan berantai melalui aplikasi percakapan WhatsApp yang menyebut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dipindahkan ke Kota Surabaya adalah informasi palsu atau hoaks.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau yang akrab disapa Gus Rozaq, menegaskan bahwa hingga saat ini sama sekali tidak ada perubahan regulasi maupun lokasi pelaksanaan forum tertinggi organisasi berlogo bola dunia tersebut.

"Kami tidak tahu dari mana asal-usul informasi (pemindahan) itu pertama kali diembuskan. Namun yang pasti, kami memilih untuk tidak menghabiskan energi menanggapi kabar yang tidak jelas dan tetap fokus penuh mempersiapkan segala kebutuhan muktamar," tegas Gus Rozaq kepada Tribunjatim.com, Jumat (17/7/2026).

Tepis Narasi MCK Tidak Layak dan Isu Sabotase

Sebelumnya, jagat media sosial dan grup WhatsApp dikejutkan dengan sebaran pesan yang menarasikan bahwa lokasi sidang muktamar terpaksa digeser ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Baca juga: Bupati Warsubi Minta Akses Jalan hingga Toilet Portabel Dikebut Sambut Muktamar NU di Jombang

Pesan tersebut mengklaim fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Tambakberas tidak memadai untuk menampung ribuan muktamirin. Bahkan, isu tersebut dibumbui dengan tudingan miring adanya upaya sabotase acara.

Gus Rozaq membantah keras seluruh poin dalam pesan berantai tersebut. Ia memastikan kesiapan aspek akomodasi, sarana sanitasi, serta ruang pertemuan di dalam kompleks pesantren sudah disiapkan secara maksimal dan telah melalui proses verifikasi kelayakan.

"Secara infrastruktur fisik, kami sangat siap dan sangat layak untuk menyambut para tamu utusan. Jadi, informasi yang menyebut fasilitas MCK di sini tidak memadai itu sama sekali tidak benar dan tidak berdasar," lanjutnya.

PBNU Tetap Fokus, Dinamika Menjelang Forum Besar

Lebih lanjut, Gus Rozaq menyampaikan bahwa hubungan komunikasi antara panitia lokal di Jombang dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta tetap berjalan intensif dan solid. Dari komunikasi tersebut, tidak ada satu pun instruksi yang mengarah pada pemindahan lokasi acara.

Pihak PBNU sendiri dinilai tidak memberikan perhatian khusus terhadap isu liar tersebut. Menurut Gus Rozaq, munculnya riak-riak informasi tidak resmi menjelang perhelatan besar berskala nasional seperti muktamar merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika berorganisasi.

"Yang paling krusial bagi kami adalah tetap melangkah dan bekerja sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh PBNU. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seremonial pembukaan, sidang-sidang komisi, hingga penutupan tetap terjadwal di Tambakberas," jelasnya.

Guna mencegah kesalahpahaman yang lebih luas, pihak Yayasan Ponpes Bahrul Ulum mengimbau masyarakat, khususnya warga nahdliyin, untuk lebih selektif dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.