Penemuan Potongan Tubuh Manusia di Anambas Masih Misterius, Polisi Cari Informasi Orang Hilang
Septyan Mulia Rohman July 17, 2026 07:41 PM

 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Penemuan potongan tubuh manusia di perairan Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuat jajaran Polsek Jemaja mulai melakukan penelusuran secara mendalam. 

Penelusuran dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai identitas korban sekaligus memastikan apakah ada warga yang dilaporkan hilang di wilayah hukum Polsek Jemaja. 

Masyarakat di sana sebelumnya dibuat geger dengan penemuan potongan tubuh manusia berjenis kelamin laki-laki yang hanya menyisakan bagian kepala hingga punggung pada Kamis (16/7/2026) kemarin. 

Kasus tersebut langsung mendapat perhatian aparat kepolisian karena hingga kini identitas korban masih belum diketahui. 

Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Jemaja, Iptu Sutomo mengatakan, anggotanya telah mendatangi desa-desa dan kelurahan yang berada di bawah wilayah hukum Polsek Jemaja. 

Langkah itu dilakukan untuk menggali informasi dari pemerintah desa maupun masyarakat terkait kemungkinan adanya warga yang belum kembali atau dilaporkan hilang. 

Baca juga: Awalnya Dikira Plastik Hitam, Nelayan Anambas Malah Temukan Potongan Tubuh Manusia Mengapung

Menurut Sutomo, hingga saat ini belum ada satu pun laporan orang hilang yang diterima pihak kepolisian. 

"Kami sampai sekarang belum menerima laporan orang hilang. Begitu juga saat kami tanyakan kepada Kepala Desa Genting Pulur, tidak ada warganya yang kehilangan anggota keluarga. Daerah lain juga demikian," ujar Iptu Sutomo, Jumat (17/7/2026). 

Ia mengatakan minimnya informasi tersebut membuat polisi masih kesulitan mengidentifikasi asal-usul korban. 

Karena itu, polisi masih terus mengumpulkan berbagai keterangan yang dapat mengarah pada identitas potongan tubuh yang ditemukan tersebut. 

Sutomo menegaskan pihaknya belum ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian korban. 

Menurutnya, terlalu dini untuk menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tenggelam atau menjadi korban tindak kekerasan. 

"Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya. Semua kemungkinan masih kami dalami karena identitas korban juga belum diketahui," kata Sutomo. 

Ia juga menjelaskan potongan tubuh tersebut saat ini sudah tidak berada di lokasi awal penemuan karena kembali hanyut terbawa arus laut. 

"Waktu itu saksi Agus hanya melihat dari atas perahu. Dia tidak berani mengevakuasi karena merasa mual dan mencium bau yang sangat menyengat. Akhirnya potongan tubuh itu dibiarkan dan sekarang sudah hanyut kembali," ucap Sutomo. 

Polisi berharap masyarakat segera melapor apabila mengetahui adanya anggota keluarga atau kerabat yang hilang dalam beberapa waktu terakhir.

Sehingga proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.