Kebut 75 Ribu Sambungan Baru, Pemkot Manado Identifikasi Wilayah Blank Spot Air Bersih
Rizali Posumah July 17, 2026 07:51 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Persoalan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kota Manado.

Isu ini mencuat ke permukaan tepat di tengah momentum perayaan HUT Kota Manado ke-403 pada 14 Juli 2026.

Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kota Manado kini bergerak cepat memetakan kembali wilayah-wilayah permukiman yang belum terjangkau oleh pipa distribusi air bersih.

Langkah strategis ini dinilai sangat penting lagi genting, mengingat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang tengah mengejar target ambisius untuk merealisasikan 75 ribu sambungan rumah (SR) baru hingga tahun 2030 mendatang.

Rencana perluasan jaringan serta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan ini dibahas serius dalam Rapat Teknis Pelayanan Air Bersih.

Rapat yang berlangsung di Kantor PDAM Wanua Wenang, Paal II, pada Jumat (17/7/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Untuk membedah akar masalah mandeknya pasokan air di sejumlah kawasan permukiman, koordinasi ini sengaja melibatkan lintas sektor.

Mulai dari Sekretaris Kota Steaven Dandel, Kepala Dinas PUPR John Suwu, jajaran direksi PDAM, hingga seluruh camat se-Kota Manado.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Meiky Taliwuna memaparkan peta mutakhir terkait cakupan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan pipa distribusi.

Melalui paparan data tersebut, wilayah-wilayah blank spot, yaitu kawasan permukiman dan perumahan baru yang selama ini belum tersentuh pipa distribusiberhasil diidentifikasi.

Menyikapi hal ini Wali Kota Andrei Angouw memberikan instruksi kepada jajarannya, khususnya para camat, untuk segera melakukan penyisiran di wilayah yang belum dialiri air bersih.

"Setiap wilayah yang belum terjangkau harus dipetakan secara menyeluruh tanpa kecuali, agar bisa langsung dimasukkan dalam rencana pengembangan jaringan PDAM," ujar Andrei.

Selain area perkotaan, tersendatnya pasokan air bersih di wilayah Bunaken Kepulauan juga menjadi salah satu sorotandalam rapat tersebut.

Jarak Pulau Bunaken ke pusat Kota Manado adalah sekitar 10 hingga 12 mil laut (sekitar 18-22 km).

Perjalanan ini umumnya ditempuh dalam waktu 30 hingga 45 menit menggunakan perahu motor (kapal taksi) atau speedboat dari beberapa dermaga di Manado.

Di kawasan destinasi wisata andalan ini, problem utama yang dihadapi bukan hanya masalah ketiadaan pipa, melainkan tidak stabilnya pasokan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air milik PDAM.

Andrei menegaskan bahwa kendala teknis yang terjadi di pulau terluar tersebut tidak boleh mengorbankan hak dasar warga untuk mendapatkan air bersih.

Pihak Pemerintah Kota Manado menyatakan komitmennya untuk segera turun tangan dan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) demi memastikan pasokan listrik untuk fasilitas pompa air dapat terpenuhi dengan stabil.

Di sisi lain, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Meiky Taliwuna mengakui bahwa target ekspansi 75 ribu sambungan pada tahun 2030 tidak akan mungkin tercapai jika koordinasi di lapangan berjalan lambat.

Oleh karena itu, ia meminta para camat untuk bertindak aktif sebagai perpanjangan tangan PDAM di tingkat bawah demi mendeteksi kebocoran, kerusakan pipa, maupun keluhan warga secara langsung.

"Sinergi erat dengan pemerintah kecamatan di tingkat tapak adalah kunci utama untuk mempercepat penyelesaian masalah di lapangan sekaligus melancarkan perluasan jaringan," kata Meiky.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.