Antrean Panjang di SPBU Kelobak Kepahiang Imbas Pasokan Solar Berkurang Sejak 2 Hari Terakhir
Hendrik Budiman July 17, 2026 07:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Antrean panjang kendaraan mengular di SPBU Kelobak, Kabupaten Kepahiang, dalam dua hari terakhir.

Kondisi ini dipicu berkurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, sehingga sejumlah kendaraan, terutama truk dan kendaraan angkutan, harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan jatah pengisian.  

Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji, membenarkan kondisi antrean panjang yang terjadi di SPBU tersebut.

Menurutnya, lonjakan antrean dipicu berkurangnya pasokan Bio Solar yang diterima SPBU dalam beberapa hari terakhir. 

"Antrean Bio Solar di SPBU Kelobak memang kelihatan agak ramai, panjangnya sekitar beberapa ratus meter," ucap Fuji saat diwawancarai TribunBengkulu.com, pada Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, antrean panjang tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih dua hari. 

"Antrean panjang ini sudah berlangsung sekitar dua harian ini," kata Fuji. 

Baca juga: 2 Sejoli Bukan Suami Istri Digerebek Satpol PP Kepahiang di Losmen

Penyebab utama antrean terjadi karena jumlah pasokan Bio Solar yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan harian SPBU. 

Biasanya SPBU Kelobak mengajukan permintaan sebanyak 16 ton per hari. Namun dalam dua hari terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ton per hari atau setengah dari kebutuhan yang diajukan. 

"Karena dua hari ini pasokan BBM jenis Bio Solar yang masuk cuma delapan ton. Sementara pesanan kita 16 ton per harinya," jelas Fuji. 

Jumlah pengiriman BBM sepenuhnya ditentukan oleh pihak perusahaan sehingga SPBU tidak memiliki kewenangan dalam menentukan volume pasokan yang diterima. 

"Jumlah pengiriman ini ditentukan pihak perusahaan, jadi kami belum tahu lebih jelasnya," ungkap Fuji. 

Meski terjadi antrean pada BBM jenis Bio Solar, Fuji memastikan pasokan BBM lainnya masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala. 

"Untuk Pertalite dan Pertamax masih dalam kondisi lancar dan normal," pungkas Fuji.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.